Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Buka hari ini: 00.00 - 23.59
Sorotan Ulasan
Beautiful Ijen

Pendakian ke Ijen tidak akan terasa sepi karena gunungnya ramai bgt. Track pendakian menanjak dan... selengkapnya

Diulas 2 hari yang lalu
arsi901
,
Semarang, Indonesia
via perangkat selular
Memburu Blue Fire

Sangat tidak terlupakan bis melihat Blue Fire di Kawah Ijen. Menurut pemandu, blue fire tidak... selengkapnya

Diulas 1 minggu yang lalu
Gregorius Y
,
Jakarta, Indonesia
Baca ke-2.727 ulasan
  
Ulasan (2.727)
Saring ulasan
2.727 hasil
Peringkat dari wisatawan
2.057
518
99
28
25
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
2.057
518
99
28
25
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
7-12 dari 2.727 ulasan
Diulas pada 20 Maret 2019 via perangkat selular

Berangkat dari meetpoin depan stasiun Gubeng, djemputlah sekitar jam 8 mlm Ama babang2 open trip Ijen. Krn dari awal udah tau bakalan tracking jauh, aq dmobil Bobo aja.daaan bener aja, sampe sana jam 2 subuh. (Pas nyampe aq muntah Krn mabok darat, jlnannya berliku2 dan bikin vertigo kambuh) kemudian beres2 siapin air minum,roti permen dlm tas buat tracking. sepanjang jalan naik ke Ijen, dselip terus Ama bule2 .sbnrnya ada sih becak dorong, tpi gak seru. Pagi buta itu, terasa rame ramai . Kurleb 2 jam kurg, nyampe lah di atas puncaknya.krn kepingin liat yg namnya api abadi, yg konon katanya ada d Indonesia Ama dimana gituu, turun lah kebagian bawah.meniti bebatuan, hrus hati2 kalo gak bisa jatuh teguling2. Ternyata si blue fire nya, kecil aja sih.sama kaya api dkompor gas mgkn. Tpi okelaah,dripda gak tau yekan .
Abis itu naik lagi ke atas, buat nunggu sunrise. Sambil nunggu sunrise ya ngemil perbekalan dlm tas . Yg namanya sunrise, okelaah .apalagi d tempat sebagus itu.oh ya tempat sholat ada, tpi kecil dan hrus gantian.
Abis liat sunrise, siap2 turun lagi .
Tpi kalo turunnya ga terasa Lo, dan kita bisa liat bule2 kece wlwpn blm mandi

Tanggal pengalaman: Juli 2018
1  Terima kasih vitacibi
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 14 Maret 2019

meski tidak mendapat kan blue fire tapi tetap perjalanan yang menyenangkan. melihat blue fire itu untung-untungan. datang pagi pun belum tentu bisa dapat melihat blue fire ada yang datang agak siang (pukul 05.00) masih dapat.

meski kawah ijen tidak terlalu tinggi tapi jalur pendakiannya cukup susah bagi saya. jalur pendakiannya cenderung menanjak. terutama jalur menuju blue fire. jalanya menurun dan jalurnya sangat susah karena tidak ada jalur trackingnya yang jelas, mungkin itu bekas bagian yang ditambang. sebaiknya persiapkan fisik sebelum berangkat.

untuk outfit tidak perlu menggunakan jaket yang terlalu tebal. karena pendakian lumayan menguras fisik jadi dinggin tidak terlalu terasa. untuk sepatu gunakan yang baik karena jalan sedikit berpasir. siapkan masker dan tissue basah karena belerangnya sangat kuat.

untuk waktu terbaik berkunjung, berdasarkan info pemandu tour kami adalah bulan agustus. karena kita bisa mendapatkan pemandangan sunrise. kalau saya hanya kabut yang terlihat.

Tanggal pengalaman: Februari 2019
1  Terima kasih PramaS10
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 11 Maret 2019 via perangkat selular

Untuk melihat blue fire,lebih baik mulai mendaki sekitar pukul 2. Harus dinotice bahwa toilet yg representatif hny di area ticketing, jd sebaiknya memanfaatkan itu.

Rute utk melihat blue fire yaitu melewati puncak dan turun ke kawah. Waktu yg dibutuhkan utk ke puncak relatif tergantung masing2 org. Bila tidak terlalu lama istirahat, maka bisa sampai di puncak dlm waktu 40 menit. Jalan menuju puncak didominasi tanjakan dimana jalannya berupa tanah. Bila tidak sanggup berjalan, disediakan taksi orang dimana pendaki duduk di suatu gerobak lalu akn ada org yg menarik gerobak. Biaya taksi bila naik dari parkiran berkisar 400.000. Semakin naik kt, maka akn semakin murah biaya taksi.

Di puncak, ketika sunrise kt bs melihat pemandangan danau. Utk melihat blue fire hrs ke turun ke kawah dmn sy amat sangat rekomendasi utk pinjam masker seharga 25.000 yg dijajakan disitu.

Saat turun ke kawah, sy sgt rekomendasi utk bersama tmn. Disana tdk ada track khusus. Berdasarkan info penambang disana, bukannya mereka tidak mau membuat rute atau bantuan, hny sj kondisi alam tdk memungkinkan pembangunan. Jd, utk mengetahui rute silahkan mengikuti kerumunan.

Beberapa hal yg hrs diperhatikan saat turun ke kawah:
1. Dahulukan penambang. Silahkan menepi dan memberi jalan ke mereka
2. Harus ekstra hati-hati krn rute yg curam, licin, serta gelap
3. Kalau asap tdk terlalu tebal, silahkan melepas masker krn akn memudahkan pernafasan sehingga energi bertambah
4. Percaya dengan kata org di bawah. Bila mereka blg sdh tdk bs lihat blue fire, maka lbh baik langsung ke puncak.

Disini kt jg belajar bahwa hrs siap di PHP meskipun kt sudah susah2 ingin melihat blue fire. Nevertheless, you'll find many nice people yg akn membantu km bila dlm kesusahan

Tanggal pengalaman: Maret 2019
1  Terima kasih aladhea
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 27 Februari 2019

Selama saya kedua kalinya ke ijen, emng bagi yang jarang naik gunung track nya berat , tapi ketika sampai di puncak , g ada yg bisa nandinigin viewnya yang menarik. Bisa lihat sunrise sekaligus kawah ijen. Pokoknya menarik dan nggak usah takut ada fasilitas untuk menaiki puncak ijen yang namanya ojek (gerobak). Pemandangan indah malam2, track yang masih rame, juga tour guide nya yang ramah-ramah nggak bikin bosen diperjalanan kok. Dan pemandangan kalau udah pagi, luas biasa indah dan saya akan datang lagi nnti ketiga kalinya.

Tanggal pengalaman: Agustus 2018
1  Terima kasih fanyfunnyfan
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 23 Februari 2019 via perangkat selular

Gunung Ijen merupakan salah satu tujuan wisata di Banyuwangi. Kalau belum naik ke puncaknya belum lengkap rasanya berkunjung di tempat berjuluk "sun rise of Java" ini. Untuk naik ke kawah ijen selain diperlukan perlengkapan mendaki juga perlu kesiapan fisik. Bagi yang tidak membawa perlengkapan mendaki, jangan kawatir kita bisa sewa. Untuk mendaki diperlukan jaket, sepatu hicking, topi ponco, sarung tangan, senter. Itu saja sudah cukup. Pendakian dimulai pada dini hari, tepat pukul 01.00 pendakian dimulai bersamaan, jadi suasananya ramai. Jalan menuju kawah Ijen sudah disiapkan sedemikian rupa. Jadi jangan kawatir membayangkan akan tersesat, karena jalan setapak tersebut dibangun untuk memenuhi syarat semua pengunjung dengan kenyamanan yang memadai. Sesampai di tepi kawah Ijen, maka jika ingin melihat blue fire kita harus turun ke bawah kurang-lebih berjarak 700 meter. Jalannya sangat curam, untuk jalur ini harus ekstra hati-hati. Karena salah sedikit bisa berakibat fatal. Saran saya jika tidak yakin lebih baik jangan diteruskan untuk melihat blue fire.

Tanggal pengalaman: Februari 2019
Terima kasih MARGALIH
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya