Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

“Masakan Tradisional, Dikelola Suami Istri”
Ulasan tentang Lepau Restaurant

Lepau Restaurant
Peringkat No. 11 dari 685 Restoran di Kuching
Sertifikat Keunggulan
Kisaran harga: US$4 - US$14
Masakan: Asia, Barbekyu
Rincian restoran
Diulas 24 Agustus 2015


RESTORAN yang selalu ramai ini dikelola oleh suami istri yang ramah dan juga senang bepergian. Pengunjung umumnya adalah turis, terutama berkulit putih.

Bangunannya sederhana saja. Namun meja meluber hingga halaman yang memang diperuntukkan di udara terbuka. Menu berupa makanan tradisional Sarawak.

Pasangan ini dibantu beberapa pelayan terlihat gesit. Istrinya Roselyn Lah di meja kasir, sedangkan sang suami Livan Lah mendatangi meja tamu, menyampaikan daftar menu dan berbincang sejenak. Sementara anaknya yang masih kecil asyik bermain. Keluarga yang menyebut diri berasal dari hulu (hulu sungai-pedalaman) bercakap dalam bahasa Inggris.
Mereka belum lama berselang juga bepergian ke Selandia Baru atau New Zealand.

Di antara menu tradisional itu yang menarik adalah nasi goreng Kanen Nyagah Urok. Nasi goreng ini dicampur dengan daun singkong atau di sana lebih dikenal sebagai uni kayu yang diblender halus dan ditambah telur dadar. Rasanya gurih dan juga menyehatkan.

Pengunjung juga bisa memesan menu ayam pansuh. Masakan ini berupa daging ayam yang dibumbui kemudian dimasukkan dalam bambu atau buluh lantas dibakar. Prosesnya seperti memasak lemang. Cukup lama hingga berbilang jam.

Menu menu ini diadopsi dari rumah Betang atau rumah panjang yang menjadi hunian keluarga besar secara bersamaan. Menu lain yang menggoda adalah Urang atau Udang Fiona. Udang segar ini dari laut dan digoreng dengan daun tepus. Secara umum, menu masakan Lepau ini dapat diterima lidah berbagai kalangan, karena tidak terlalu menendang rasa pedasnya. Nasinya juga gurih, karena berasal dari ladang atau bukan padi sawah. Di Sarawak padi ini dikenal sebagai padi bukit.

Minuman selain kupi atau kopi dan teh juga ada yang spesial berupa teh lemon madu yang dicampur irisan jeruk. Yang juga unik, peralatan makan berupa sendok dan garpu semuanya direndam dalam gelas berisi air panas. Steril***!

3  Terima kasih karimpaputungan
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Tulis Ulasan
Tanda Panah AirAsia/Garuda
20 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Ulasan (179)
Peringkat dari wisatawan
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa

1-5 dari 179 ulasan

Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas 2 minggu yang lalu

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 3 minggu yang lalu via perangkat selular

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 4 minggu yang lalu via perangkat selular

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 5 minggu yang lalu via perangkat selular

Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Wisatawan yang melihat Lepau Restaurant juga melihat

 

Pernah Berkunjung ke Lepau Restaurant? Ceritakan pengalaman Anda!

Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia/Garuda
20 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Tulis Ulasan Tambahkan Foto

Pemilik: Bagaimana pendapat Anda?

Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.

Klaim Daftar Anda