Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Simpan
Sorotan Ulasan
macet banget

daerah macet karena persimpangan dan tempat favorit ngetem para bis dan angkutan umum, apalagi... selengkapnya

Diulas pada 31 Juli 2018
DewiD219
,
Surabaya, Indonesia
lumayan

salah satu ikon bersejarah di Surabaya, pas buat foto2 unik dan juga pengambilan gambar khas... selengkapnya

Diulas pada 25 Juli 2018
Arifien
,
Jakarta, Indonesia
Baca ke-138 ulasan
  
Ulasan (138)
Saring ulasan
138 hasil
Peringkat dari wisatawan
22
24
66
21
5
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
22
24
66
21
5
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
86-91 dari 138 ulasan
Diulas pada 30 Januari 2012

Jembatan Merah merupakan salah satu monumen sejarah di Surabaya, Jawa Timur yang dibiarkan seperti adanya: sebagai jembatan. Jembatan yang menjadi salah satu judul lagu ciptaan Gesang ini, semasa zaman VOC dahulu dinilai penting karena menjadi sarana perhubungan paling vital melewati Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya, yang sudah tidak berbekas lagi.

Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam kekuasaan Belanda. Kini, posisinya sebagai pusat perniagaan terus berlangsung. Di sekitar jembatan terdapat indikator-indikator ekonomi, termasuk salah satunya Plaza Jembatan Merah.

Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun di sisi utara Surabaya itu, hampir sama persis dengan jembatan lainnya. Pembedanya hanyalah warna merah.

2  Terima kasih AjengSbs
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 28 Desember 2011

jembatan ini merupakan situs sejarah yang cukup terkenal di surabaya. namun, tempat ini sedikit tidak terawat. disekitar jembatan merah banyak sudut yang sering digunakan pemotretan.
kalau saya disuruh pergi lagi ke jembatan. jawabannya adalah. YA...

Terima kasih nirmalasari
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas pada 19 Februari 2020

Tanggal pengalaman: Februari 2020
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 11 Juli 2017

Tanggal pengalaman: Februari 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 15 Juni 2017

Tanggal pengalaman: Januari 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya