Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Simpan
Sorotan Ulasan
Wisata Religi Wajib di Surabaya

Sebenarnya sudah hampir sering saya berkunjung ke tempat ini. Namun setiap ada teman dari luar... selengkapnya

Diulas pada 14 Juli 2019
mbagas
,
Jakarta, Indonesia
Kawasan religi

Selalu ramai dikunjungi peziarah Terutama pada hari hari tertentu Selain berziarah. Bisa juga... selengkapnya

Diulas pada 23 April 2019
hans782019
,
Surabaya, Indonesia
via perangkat selular
Baca ke-213 ulasan
  
Ulasan (213)
Saring ulasan
213 hasil
Peringkat dari wisatawan
79
85
40
9
0
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
79
85
40
9
0
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
125-130 dari 213 ulasan
Diulas pada 30 Januari 2012

Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang terletak di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid seluas 120 x 180 meter persegi ini didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel, yang didekatnya terdapat kompleks pemakakaman Sunan Ampel.

Masjid yang saat ini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab disekitranya. Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.Memasuki kawasan Ampel, image kita langsung pada wisata religi. Ribuan wisatawan setiap hari dari penjuru kota datang berziarah ke Makam Sunan Ampel.
Ampel merupakan wisata belanja yang potensial. Gang-gang sempit yang menuju ke pusat kawasan yang di penuhi dengan pedagang kaki lima dan toko, bahkan sampai di sekitar Jl. Nyamplungan dan Jl. KH. Mas Mansyur.
Tidak hanya barang-barang perlengkapan kaum muslim seperti mukena, sajadah, sarung, piyama yang dijual disini tapi sudah berkembang ke makanan berbagai dari Arab mendominasi seperti : kurma, kacang, madu, dan obat-obatan. Bahkan ada yang dijual tidak bernafaskan muslim, misalnya : kaset, CD atau acceaories.
Saat ini Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan realisasi pengembangan kawasan Sunan Ampel seperti penambahan fasilitas, gapura dan pengembangan lahan parkir untuk wisatawan baik bus, roda empat dan roda dua. Informasi Masjid Ampel, Jl. Ampel Suci Telp. (031) 3537948.Masjid Ampel didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah alias Sunan Ampel dengan dibantu kedua sahabat karibnya, Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, dan para santrinya. Di atas sebidang tanah di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel, red.) Kecamatan Semampir –sekitar 2 kilometer ke arah Timur Jembatan Merah-- Sunan Ampel selain mendirikan Masjid Ampel, juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Cuma sayangnya, ihwal kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini, tidak ada catatan tertulis yang menyebutkannya.
Kemudian, siapa yang meneruskan mengelola keberadaan Masjid Ampel ini sampai sekarang? Secara formal, Masjid Ampel ini ditangani nadzir yang baru dibentuk sekitar awal tahun 1970-an. Yang pertamakali bertindak sebagai nadzir Masjid Ampel ini adalah, almarhum KH Muhammad bin Yusuf dan diteruskan oleh KH Nawawi Muhammad hingga tahun 1998. Nah, sepeninggal KH Nawawi Muhammad (1998) hingga sekarang ini nadzir Masjid Ampel belum resmi dibentuk. Yang ada sekarang adalah pelanjut nadzir yang dijabat oleh KH Ubaidilah. Adapun Ketua Takmir Masjid Ampel adalah, H. Mohammad Azmi Nawawi.
Perawatan Masjid
Seperti lazimnya masjid-masjid besar, Masjid Ampel selalu dijaga dan dirawat kebersihannya. Apalagi, keberadaan Masjid Ampel ini terbilang merupakan peninggalan sejarah. Bukti-bukti peninggalan bersejarah Masjid Ampel yang sekarang masih tampak terawat adalah, terdapat pada 16 tiang utama masjid yang terbuat dari kayu jati. Ke-16 tiang tersebut, masing-masing panjangnya 17 meter dengan diameter 60 centimeter.
Pembangunan pertamakali masjid yang terletak di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel) ini seluas 120 x 180 meter persegi. Berikutnya, dilakukan beberapakali renovasi hingga adanya sekarang ini. Namun, meski renovasi terus dilakukan, keaslian bangunan masjid yang ditandai dengan ke-16 tiang utamanya itu tetap dipelihara dan dirawat, agar jangan sampai turut direnovasi. Sebab, untuk ukuran teknolgi dizaman awal abad 15 itu, bahwa pengangkatan ke-16 tiang utama masjid dengan panjang 17 meter dan berdiameter 60 centimeter tersebut, kini masih dalam tahap penelitian.
Kini, sehari-hari Masjid Ampel hampir tak pernah sepi pengunjung dari dalam dan luar kota, bahkan luar propinsi dan luar pulau. Kegiatan yang ada, selain shalat jama’ah 5 waktu secara rutin dan pengajian, juga diramaikan dengan kegiatan belajar mendalami bahasa arab di Lembaga Bahasa Arab program non-gelar yang berlokasi di gedung samping timur masjid.
Yang menarik lagi dari Masjid Ampel adalah, suasana kehidupan para pedagang di sekitarnya yang nyaris seperti dalam suasan di Makkah. Disamping kanan-kiri serta muka-belakang Masjid Ampel banyak para pedagang yang berjualan makanan ala arab. Mulai dari beragam buah kormanya, nasi kebuli sampai kue roti maryam.
Ingin melihat suasana kehidupan kampung arab di tanah air, silahkan datang ke Masjid Ampel.*(IB)

Terima kasih AjengSbs
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 28 Desember 2011

Sunan Ampel memang hebat....bisa di liat dari mahakaryanya...yaitu masjid ampel

Terima kasih Rozeealine
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas pada 10 Maret 2019

Tanggal pengalaman: April 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 28 April 2017

Tanggal pengalaman: April 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 5 Maret 2017

Tanggal pengalaman: April 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya