Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Simpan
Sorotan Ulasan
Ciletuh Beach

Pantai Ciletuh Juni 2021 Setelah minggu lalu merasakan sensasi snorkeling dan berenang di laut... selengkapnya

Diulas pada 29 Juni 2021
zilih2018
Wisata Alam Terbaik di Sukabumi

Bila kita berkunjung ke geopark, kita akan menemukan pemandangan yang luar biasa indahnya... selengkapnya

Diulas pada 20 Januari 2021
Heramain
,
Bandung, Indonesia
Baca ke-57 ulasan
  
Ulasan (57)
Saring ulasan
57 hasil
Peringkat dari wisatawan
28
25
4
0
0
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Peringkat dari wisatawan
28
25
4
0
0
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
1-6 dari 57 ulasan
Diulas pada 29 Juni 2021

Pantai Ciletuh
Juni 2021

Setelah minggu lalu merasakan sensasi snorkeling dan berenang di laut Pulau Pari yang luar biasa nikmatnya, kali ini kami melakukan perjalanan ke selatan Pulau Jawa.

Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta dengan jalanan yang aduhai indah tetapi curam. Jadi pastikan kendaraan Anda dalam kondisi fit untuk melakukan perjalanan naik turun bak roller coaster ini. Jalan dalam kondisi lumayan sejak keluar tol Bocimi di Cigombong hingga Pelabuhan Ratu; tidak berlubang besar, tapi tidak juga halus.

Dari Pelabuhan Ratu ke Ciletuh jalan halus, mulus dan lumayan lebar di tanjakan dan turunan yang curam. Disarankan untuk minum obat anti mabuk (antimo) bagi yang cenderung mabuk dalam perjalanan.

Kami berangkat dari Jakarta (daerah Taman Mini) jam 6.20 dan tiba di Ciletuh sekitar jam 10 kurang.

Saat kami tiba, pantai tidak ramai, hanya ada 3 mobil di parkiran, jumlah mamang yang menawarkan perahu lebih banyak dibandingkan jumlah tamu yang berkunjung.

Tak tahan melihat deburan ombak dan pasir yang halus kami pun langsung menceburkan diri bermain ombak. Pantai relatif bersih dan landai dengan pasir berwarna kecoklatan.

Sejak di parkiran seorang mamang menawarkan naik perahu melalui Pulau Kunti ke pantai berpasir putih di sisi Geopark yang tidak berpenghuni, masuk ke kawasan Cagar Alam Cibanteng. Ia menawarkan harga Rp300.000,- untuk mengantar ke pulau dan snorkeling. Harga yang kami sepakati saat itu adalah Rp250.000,-

Snorkeling kami lakukan dalam perjalanan ke Pasir Putih, walau saat itu air tidak terlalu jernih (ikan tidak terlalu jelas terlihat dari atas perahu) tapi begitu memakai kacamata snorkel para ikan dan karang tersebut bisa terlihat dengan jelas. Setelah puas snorkeling dan berenang di laut kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Pasir Putih.
Sesuai dengan namanya, pasir di pantai ini putih, halus, namun ada sedikit sampah dari Pelabuhan Ratu yang mungkin terbawa oleh air pasang. Kami menikmati pantai ini hingga sekitar jam dua siang, berhubung awan gelap bergelayut kami pun memutuskan untuk kembali ke Pantai Ciletuh.

Di Pantai Ciletuh ternyata belum ada tempat bilas umum, jadi jika ingin mandi kita harus menumpang ke mushola di dekat parkiran. Berhubung hanya ada dua kamar mandi di mushola tersebut, kami harus mengantre dengan sabar.

Setelah mandi kami lantas melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jakarta. Berhubung lapar, maka sebelum pulang kami pun mampir ke Rumah Makan Ikan Bakar Galura.

Tips:
- Jika memungkinkan, sebaiknya menginap, karena waktu yang dihabiskan dalam perjalanan cukup lama
- Jika tidak menginap, berangkatlah sepagi mungkin agar pulang tidak terlalu malam
- Ke sanalah saat musim kering, karena jalan ke sana cenderung curam dan licin jika hujan
- Jangan lupa bawa roti tawar jika mau snorkeling agar ikan-ikan semakin banyak yang datang
- Siapkan uang pecahan Rp2.000,- atau Rp5.000,- untuk sumbangan di jalan

Rincian biaya:
Tiket mobil Rp10.000,-
Perahu ke Pulau Kunti, Pantai Pasir Putih & snorkeling Rp250.000,-
Kelapa @Rp15.000,-
Mandi/bilas Rp5.000,-/orang
Sumbangan sepanjang perjalanan +/-Rp20.000,-

Makan siang
Cumi bakar (4 porsi) 80.000,-
Kerapu bakar +/- 700gr Rp105.000
Sop ayam Rp25.000,-
Nasi goreng seafood Rp35.000,-
Nasi @Rp8.000,- (banyak)
Es jeruk Rp10.000
Es teh manis Rp7.000,-
Nescafe Rp 7.000,-

Kapal Ridho Asih
085862973303

Hal yang perlu dibawa:
- Alat snorkeling atau kacamata renang
- Peralatan untuk main pasir
- Handuk renang (sejenis kanebo) untuk mengeringkan diri setelah bermain air
- Baju ganti, handuk dan peralatan mandi dan mukena jika Anda sholat
- Bekal di perjalanan Jakarta-Ciletuh-Jakarta

Ciletuh Beach
June 2021

After last week’s experience of snorkeling and swimming in the sea off Pari Island, which was extremely enjoyable, this time, we traveled to the south of Java Island.
This journey took us about 4 hours from Jakarta along on beautiful but steep roads, so please ensure your vehicle is in a sufficiently good condition to drive along roads that rise and fall like a roller coaster. The roads were good up until the time we exited the Bocimi to Cigombong and Pelabuhan Ratu Toll Roads. Although the potholes weren’t big, these roads weren’t very smooth.
From Pelabuhan Ratu to Ciletuh the road was smooth, flat, and quite wide on the steep inclines and descents. It is recommended that any who are prone to motion sickness take motion sickness medication (Antimo).

We departed from Jakarta (Taman Mini area) at 6.20 a.m. and arrived in Ciletuh at around 10 a.m..
When we arrived, the beach wasn’t crowded, and there were only 3 cars in the parking lot. The tour guides offering boat trips exceeded the number of visiting tourists.
No longer able to bear to just looking at the waves and fine sandy beach, we immediately dived in and played in the waves. The beach was relatively clean, sloped gently, and had brownish sand.
From the parking lot onward, tour guides continually offered us boat rides past Kunti Island to the white sandy beaches of Pasir Putih on the uninhabited side of the Geopark, in the Cibanteng Nature Reserve area. One quoted a price of Rp.300,000 to take us to the island for snorkeling. The price we finally agreed upon was Rp.250,000.

We did some snorkeling on our way to Pasir Putih. Although the water was very clear there, the fish were not very clearly visible from the boat, but once we put on our snorkeling masks, we could see the fish and corals clearly. After we were satisfied with our snorkeling and swimming in the sea activities, we continued our journey to Pantai Pasir Putih.

As the name implies, this beach has fine white sand, but there was a small amount of a trash visible from Pelabuhan Ratu that may have been brought there by the tide. We enjoyed this beach until around two o'clock in the afternoon, when the low and dark clouds prompted us to decide we should return to Ciletuh Beach.

Ciletuh Beach has no public washroom facilities. To take a shower, you must visit the prayer room near the parking lot. Since there were only two bathrooms at the mosque, we had to patiently wait in line.

After showering, we continued our journey back to Jakarta. Since we were all hungry, before heading home we stopped to eat at the Ikan Bakar Galura Fish Restaurant.

Tips:
• It's best to stay overnight, if you can, otherwise you spend too much time on the road.
• If you don't stay overnight, leave as early as possible so you don't arrive home too late.
• Visit during the dry season, because the roads tend to be steep and slippery when it rains.
• Don't forget to bring along some white bread if you want to snorkel, to encourage more fish to come to you.
• Bring small banknotes (Rp.2,000,- Rp.5,000) to distribute as donations along the way.

Breakdown of costs:

Car ticket Rp.10,000
Boat to Kunti Island, Pantai Pasir Putih & snorkeling Rp.250,000
Coconuts Rp.15,000 each
Showers/washrooms Rp.5,000 per person
Donations along the way +/- Rp.20,000

Lunch
Grilled squid (4 portions) Rp.80,000
Grilled grouper (+/- 700gr) Rp.105,000
Chicken soup Rp.25,000
Seafood fried rice Rp.35,000
White rice Rp.8,000 (huge portions)
Orange juice Rp.10,000
Sweetened iced tea Rp7,000
Nescafe Rp.7,000

Ridho Asih Boats:
0858 6297 3303

Tanggal pengalaman: Juni 2021
Terima kasih zilih2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 20 Januari 2021

Bila kita berkunjung ke geopark, kita akan menemukan pemandangan yang luar biasa indahnya. Sepanjang jalan kita melihat hamparan laut dan kita bisa mengunjungi banyak air terjun yang luar biasa indahnya.

Tanggal pengalaman: Maret 2020
1  Terima kasih Heramain
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 30 Desember 2020 via perangkat selular

Lokasi untuk/mengamati lansekap/ bentang bumi, area ciletuh. Kita berdiri di bukit, dan bisa melihat bentangan bumi hingga ke laut. Perpaduan dari hamparan hijau sawah, hingga kelaut, dikelilingi bukit dengan beberapa titik air terjun.
Mencoba ke titik ini dari tangsel via motor, kurang lebih 6-7jam, dengan jalan yg menantang, namun terbayar dengam view Panenjoan ini, ditambah perjalanan dari Panenjoan menuju Pantai Ciletuh, jalannya bagus, viewnya didominasi sawah, dan perbukitan hutan, bbrp point air terjun, dan bbrp titik meninjau.
Makanan yg tersedia di panenjoan ini terbatas, kopi, cemilan dan indomie.
Penginapan 200-300rb.
Hawa dingin, 19-20⁰ C. Kadang foggy.

Tanggal pengalaman: Desember 2020
Terima kasih HermanHutasuhut
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 9 Maret 2020 via perangkat selular

Perjalanan dari bogor pkl 8 malam, istirahat sekalian toilet dan isi bensin. Perjalanan pakai nmax, kira2 120 an km tergantung jalur.
Perjalanan solo dan malam sehingga jarang ketemu pemotor lainnya tetapi perjalanan kami aman.sebaiknya jalan d pagi hari karena jalurnya yg naik turunnya lumayan terjal dan memerlukan motor yg sehat.
Penginapan, karena kami sampai sekitar 2.30 pagi dikasih harga Rp. 150 000 hanya kipas dan kasur tebal d lantai.
Ada penginapan juga di bibir pantai dan ada beberapa yg melayani pesanan seafood, hanya memerlukan waktu stengah jam proses memasak dan harganya lumayan 1 paket dapat 1 kg ikan/seafood dan 1 lter beras beserta tambahan lainnya.
Kami pp dengan jalur yg berbeda, selamat turinh

Tanggal pengalaman: Maret 2020
2  Terima kasih Risacelia
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 3 Maret 2020 via perangkat selular

Untuk menuju geopark ciletuh terdapat 2 jalur, jalur pertama dari jampang sepanjang jalan perjalanan viewnya gunung dan lembah jalanan kecil.
Jalur kedua dari sukabumi (biasanya jalan klenteng Nam Hay) karena dulu bangunan klenteng berada disitu dan buntu)
Jalan luas viewnya samudra indonesia/hindia.
Kontur jalan ke 2-2 nya menanjak dan menurun dan berliku.
Kalau takut ketingian saya sarankan lewat sampang. Tapi kalau senang ketinggian lewat nam hay.
Pantainya sebenarnya tidak cocok untuk bermain air selain keruh ada kandungan merkuri (karena ada pertambagan emas) jadi kalau mau bermain air, berenang bisa dengan menggunakan perahu ke semberang pantai. Selain pantainya bersih pasirnya juga putih.
Ada beberapa air terjun yang bermuara ke ciletuh, ada yang bebas merkuri ada yang ada kandungan merkuri tanya aja ke penjanga tempat wisatanya.
Jadi jangan asal main air di air terjun.
Penginapan juga banyak, dan jika kita nego bisa mendapakan tempat menginap plus makan malem ( bakar ikan ) dengan murah.
Aseli 100 %

Tanggal pengalaman: Mei 2019
Terima kasih Herman-herry
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya