Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Hotel Terdekat
Ulasan (9)
Saring ulasan
9 hasil
Peringkat dari wisatawan
6
2
0
1
0
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Peringkat dari wisatawan
6
2
0
1
0
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
1-6 dari 9 ulasan
Diulas pada 3 Juli 2020

Saya mendapatkan penawaran by whatsapp dari salah satu marketing hotel ini, saya di tawarkan paket harga hotel dalam kondisi pandemic dan masa transisi PSBB dgn harga Rp. 330.000/room/night room only. Dalam flyer terlihat room yang bagus dgn balcony dan jendela. Tetapi saat check in dan stay di sana ternyata kami diberikan kamar tanpa jendela!
Sangat mengecewakan karena komunikasi dengan marketing nya pun tidak diberikan solusi apa apa.
Menyesal mencoba staycation disana, kalau di informasikan dari awal dan diberikan beberapa pilihan kamar tentu kami tidak keberatan untuk membayar lebih dgn service yang lebih baik

Tanggal menginap: Juni 2020
    • Lokasi
    • Kualitas Tidur
    • Layanan
Terima kasih TieM3
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 2 Juni 2020

Tak bisa mudik karena wabah Covid-19, saya memutuskan menginap tiga malam di tiga hotel berbeda di Jakarta. Agar aman, saya naik sepeda motor menggunakan masker. Tiba di hotel langsung mandi dan keramas untuk membersihkan diri. Malam pertama, saya inap di Jambuluwuk Thamrin kelas Royal Suite. Setahu saya ini hotel baru. Sejujurnya saya tak punya referensi seperti apa kamarnya. Sekalinya ke sini dulu, dalam rangka meeting dengan narasumber saja.

Permintaan saya untuk early check in jam 12 dikabulkan. Berdasarkan informasi yang saya dapat sebelumnya, Royal Suite dibekali dapur mini untuk mencuci perkakas dan kompor elektrik. Fitur ini, menurut petugas hotel, khusus untuk Royal Suite lantai 1 dan 2. Saya pilih lantai dua. Begitu masuk, wow. Berikut kesan yang saya dapat.

Kamarnya luas, sekitar 35 meter persegi. Untuk hotel baru, kamar ini sangat lapang. Kamar hotel bintang empat generasi baru di Ibu Kota biasanya seluas 25 sampai 30 meter persegi saja. Maklum, harga lahan makin mahal, kan? Kamar terasa makin luas karena tidak terlalu banyak ornamen. Furniturnya tidak berdesain “hore” atau sok priayi. Sangat minimalis. Meja kerja di pojok misalnya, berukuran sekitar 1 kali setengah meter dengan kursi kayu. Bukan model sofa single yang biasanya makan tempat.

Jangan salah, meski meja berukuran cekak, sangat cukup untuk diisi telepon, binder, tisu, laptop, termasuk minuman cokelat dan camilan yang saya beli dari kedai kopi waralaba. Meja ini menghadap dua kontak untuk menge-charge ponsel serta laptop. Di samping meja ada balkon berukuran mini, cukup untuk berdiri dua perokok.

Yang bikin syok (in a good way), ada kulkas dua pintu dan dispenser hot and cool. Kalau 2 botol air mineral yang disediakan pihak hotel tak cukup, tak perlu ke minimarket. Dispenser adalah koentji. Dapur mini dipersenjatai microwave oven Sharp untuk memanaskan kue atau kudapan lain serta keranjang berukuran besar untuk baju kotor kita.

Kejutan lain datang dari kamar mandi yang dilengkapi bath tub. Ukuran kamar mandi yang mini bisa menampung bath tub, kloset, dan wastafel. Meja wastafel yang berukuran mini diakali dengan penempatan wastafel persis di tengah. Ruang di sisi kanan untuk peranti mandi yang disediakan hotel termasuk dua gelas. Ruang kosong di sisi kiri bisa kita manfaatkan untuk alat mandi yang kita bawa. Di bawah wastafel ada tiga laci. Laci tengah hanya ornamen untuk menutupi pipa. Lebih ke unsur estetika, sih. Dua laci di sisi kanan-kiri diisi dua handuk kecil dan besar, serta pengering rambut. Lengkap, kan?

Di balik tembok kamar mandi, ada tiga lemari. Dua lemari berisi baju tidur dan brankas. Satu lemari dibiarkan kosong. Saya menduga ini lemari serbaguna untuk Anda yang membawa banyak “perangkat lenong” saat menginap di luar rumah.

Ranjangnya empuk dengan selimut tebal berikut empat batal gendut yang nyaman. Alasan lain mengapa kamar ini terasa makin luas, dua meja kecil yang ditempatkan di sisi kanan-kiri kasur dibiarkan kosong. Tak ada lampu yang bertengger karena penerangan sudah “ditanam” di dinding yang melatari ranjang. Jadi, saya bebas meletakkan ponsel dan lain-lain di meja kecil ini. Apalagi di masing-masing meja ada pengisi daya gawai dan saklar.

Tak banyak penerangan di kamar ini, namun cukup. Jadi bikin mata nyaman. Ada pula kursi empuk dan meja bundar berukuran mini yang hanya cukup untuk menaruh piring dan gelas. Dengan furnitur berkonsep simpel, Royal Suite versi Jambuluwuk ini sungguh lapang dan sejuk lantaran dirias dengan warna putih, hitam, hijau, dan biru tua di bagian gorden.

Proses check in ringkas. Hotel ini tidak pelit karena tamu diberi dua keycard belum termasuk kartu daya listrik. Menginap 23 Mei dan 1 Juni 2020, pelayanan hotel ini stabil. Petugasnya komunikatif. Pada 1 Juni misalnya, ada perbaikan pipa sehingga air panas untuk sementara tak bisa digunakan. Petugas memberi tahu saya lewat telepon. Selama wabah, sarapan pagi di antar ke kamar. Jam 20.30 saya dihubungi untuk koordinasi menu makanan. Saya minta sarapan di antara jam 9 pagi, jam 8.45 pintu kamar sudah diketuk. Tepat waktu banget.

Menginap di kala wabah, praktis saya hanya di kamar. Kabarnya, fasilitas kolam renang ditutup. Saya tak tahu adakah fasilitas spa dan sasana. Di kamar, saya bekerja seperti biasa menggunakan laptop dan oh my… jaringan nirkabelnya kencang sekali. Pekerjaan pun bisa saya rampungkan sebelum waktunya. Sejauh ini, Jambuluwuk Thamrin hotel bintang empat ternyaman. Tahukah Anda, berapa harga kamar Royal Suite? Lima ratus ribuan saja termasuk sarapan untuk dua orang. Benar-benar sepadan!

Keasyikan lain datang dari lokasi yang superstrategis. Di Menteng, dekat Sarinah dan gedung perkantoran. Kehabisan uang tunai? Saya tinggal melangkah ke ATM di salah satu gedung perkantoran yang dijaga pengamanan berlapis. Ambil uang tanpa rasa waswas.

Dua kali mengingap dan puas, rasanya hotel ini akan jadi tempat pelarian terbaik saya dari ingar bingar Ibu Kota. Satu lagi, saya baru sadar gorden biru yang menutupi balkon kedap cahaya. Saya pikir masih malam. Lalu balik tidur. Begitu melek, hampir jam 9. Itu pun karena pintu diketuk petugas pengantar sarapan. Kalau tak diketuk, tidur saya pasti bablas.

Sekadar saran. Pertama, boleh dong ada welcome drink untuk menyambut tamu yang hadir. Kedua, mestinya ada petugas stand by untuk membuka dan menutup pintu utama lengkap dengan metal detector untuk memeriksa barang bawaan para tamu. Ini penting untuk memberikan rasa aman. Ketiga, dua kali inap di sini saya tak mendapati kantong untuk menaruh baju kotor. Mohon disiapkan di lemari ya. Love banget sama hotel ini.

Tanggal menginap: Mei 2020
    • Nilai
    • Kualitas Tidur
    • Layanan
Terima kasih wayanlovely
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 10 Oktober 2019

Kamar yang nyaman serta ornamen betawinya yang saya suka plus wifinya yang kencang. Kamar mandinya pun saya suka, walau sempat bermasalah dengan air sedikit, tapi langsung ditangani dengan sigap dan cepat jadi bukan sebuah masalah yang besar dan malah mengapresiasi kesigapan pelayanannya. Lokasinya di Thamrin juga jadi nilai plus, dekat banget sama stasiun MRT Bundaran HI jadi akses kemana-mananya mudah. Sejauh ini walau terbilang masih baru tapi saya puas dengan pelayanan dan lokasinya yang bisa bikin saya kemana-mana. Terima kasih dan bravoo terus Jambuluwuk Thamrin.

Tanggal menginap: Oktober 2019
    • Nilai
    • Lokasi
    • Layanan
1  Terima kasih Wiraseto
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas pada 11 November 2019 via perangkat selular

Tanggal menginap: November 2019
Jenis Trip: Berwisata bersama teman
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 8 November 2019 via perangkat selular

Tanggal menginap: November 2019
Jenis Trip: Berwisata untuk bisnis
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya