Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Buka hari ini: 09.00 - 16.30
Simpan
Sorotan Ulasan
Palais de la Bahia

Belepo: 70 MAD/Fo Latvany: 10/10 Sokan latogatjak, megeri varni a jo fotokert, pillanatkepekert... selengkapnya

Diulas pada 28 November 2019
andrasvegh87
,
Budapest, Hongaria
via perangkat selular
Istana Megah, Persembahan Untuk Permaisuri

My Spesial Journey Explore Africa - Eropa - Asia Part 7 Istana Bahia, Istana Megah Persembahan... selengkapnya

Diulas pada 14 Oktober 2019
ariejuwariah82
,
Madiun, Indonesia
via perangkat selular
Baca ke-13.178 ulasan
  
Ulasan (13.178)
Saring ulasan
13.178 hasil
Peringkat dari wisatawan
5.983
5.051
1.752
309
83
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
5.983
5.051
1.752
309
83
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
1-6 dari 13.178 ulasan
Diulas pada 28 November 2019 via perangkat selular

Belepo: 70 MAD/Fo
Latvany: 10/10
Sokan latogatjak, megeri varni a jo fotokert, pillanatkepekert. Kellemes par oras idotoltes vegigmenni a palotan.

Tanggal pengalaman: November 2019
Terima kasih andrasvegh87
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 14 Oktober 2019 via perangkat selular

My Spesial Journey
Explore Africa - Eropa - Asia
Part 7

Istana Bahia, Istana Megah
Persembahan untuk permaisuri

Masih di kota Marrakesh yang menyimpan banyak tempat tempat bersejarah. Setelah selesai menyaksikan indahnya pohon kaktus di Majorelle Jardin, saya di ajak Dadang, guide kami di Morocco untuk mengunjungi Istana Bahia, yang merupakan salah satu tempat must visited di Marrakech.

Sebelum masuk ke area Istana, kami terlebih dahulu melewati sebuah pintu gerbang yang menurut saya biasa saja. Apa karena sudah lama ya? Setelah melewati gerbang, kanan dan kiri dipenuhi oleh pohon jeruk, menurut Dadang jeruk itu namanya jeruk sakit hati. Karena buahnya kuning keemasan, tapi rasanya asam setengah mati.

Istana Al-Bahia masuk dalam kawasan Kota Marrakech. Disebut Al-Bahia, karena istana ini diperuntukkan bagi salah seorang permaisuri yang bernama Bahia, yang hidup pada akhir abad ke-19.
Dari keempat istri raja, Bahia adalah yang paling disayang sang raja karena melahirkan anak laki-laki pertama.

Istana Al-Bahia dibangun sekitar akhir abad ke-19, yakni antara 1894 dan 1900, atas perintah Perdana Menteri Kesultanan Maroko saat itu, Si Moussa. Pembangunannya dimaksudkan untuk menjadi istana terbesar pada masanya.

Itu sesuai dengan namanya yang berarti cemerlang. Rancangan bangunan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi ini merupakan hasil karya sang arsitek Muhammad Al-Mekki dari Marrakech.

Bangunan istana ini memiliki 160 kamar yang keseluruhannya dihiasi mosaik warna-warni dari bahan plesteran, lukisan, pahatan kayu yang diukir secara detail serta ubin keramik berwarna terang dan mengilap. Semua elemen yang digunakan diadaptasi dari arsitektur Istana Nasrid di Spanyol yang dilebur menjadi gaya arsitektur Maroko.

Sang arsitek tidak mengadopsi gaya arsitektur art deco yang banyak digunakan pada bangunan dan gedung-gedung di Prancis. Meskipun, gaya art deco sedang digandrungi pada saat Maroko menjadi protektorat atau kawasan perlindungan Prancis selama 44 tahun, antara 1912-1956.

Bangunan-bangunan yang terdapat di Kota Marrakech justru menampilkan corak lokal yang mirip arsitektur Mediterania, bahkan sangat mirip pula dengan arsitektur Santa Fe.

Keindahan istana ini tak hanya karena arsitekturnya, tetapi juga tamannya yang tertata rapi. Mengikuti gaya Maroko, pada bagian tengah ruang selalu terdapat kolam pancuran dengan udara terbuka yang dikelilingi taman yang luas dan indah.

Dan untuk menimbulkan aksen romantis, di bagian taman dilengkapi dengan fitur berbagai macam tumbuhan, mulai dari tanaman bunga seperti mawar dan lavender hingga pohon buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan anggur.

Di kompleks istana terdapat juga beberapa taman kecil yang difungsikan sebagai tempat bermain dan beristirahat keluarga raja. Sehingga bisa dikatakan Istana Bahia merupakan contoh yang luar biasa dari arsitektur Timur pada awal abad ke-20.

Struktur bangunan yang kaya akan berbagai macam unsur arsitektur pada masa itu, memberikan kesan yang lebih modern terhadap Istana Al Bahia. Inilah yang membuat ini tidak pernah sepi dari pengunjung.
Bahkan, karena keunikan arsitektur yang dimilikinya, istana ini pernah digunakan sebagai tempat kediaman resmi Louis Lyautey, seorang Jenderal Prancis yang memimpin pasukan di Maroko pada era kolonial.

Ditengah kami asyik photo photo dan narsis, kami tiba tiba disapa oleh pasangan keluarga muda yang sejak tadi memperhatikan kenarsisan saya tentunya. Mereka menyapa dan mengucapkan salam. Kemudian bertanya dari manakah kami berasal. Saat saya sampaikan dari indonesia, mereka langsung mengacungkan jempol dan mengajak photo bersama.

Mereka adalah warga asli morocco yang sedang menghabiskan liburan dengan jalan jalan di istana Bahia. Mereka menyampaikan sangat senang jika bertemu dengan orang Indonesia. Kata mereka, orang indonesia itu baik dan ramah. "Indonesia people has a white heart." Ah, di situlah saya merasa bangga menjadi orang Indonesia gaess....(*)

Tanggal pengalaman: Oktober 2019
Terima kasih ariejuwariah82
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 16 Maret 2019 via perangkat selular

Saat berkunjung beberapa tempat di kawasan ini dalam proses perbaikan. Istana ini memiliki arsitektur sederhana tapi design interior yang luar biasa indahnya. Biaya masuk ke kawasan ini sekitar 70 dirham maroko

Tanggal pengalaman: Februari 2019
Terima kasih Daru_Atta
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 6 Januari 2017

Salah Satu istana yang cantik di Marrakech adalah istana BAHIA. Istana ini dulunya diberikan ke pada salah satu isteri Sultan yang bernama BAHIA. Istananya sampai sekarang masih terawat. Ornamen dan ukiran pintu ,jendela dan dinding dindingnya bagus. Di tengah tengah istana ada taman dan air pancur. Di bagian dalam istana ada bangunan bangunan yang di beri warna biru...Indahh.Di bagian luar istana tampak sederetan tanaman yang ditata apik dan asri

Tanggal pengalaman: Desember 2016
Terima kasih ANGGREK306
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 24 November 2016

Sangat terpesona dengan keramik-keramik yang menjadi ornamen di istana ini, serta pintu-pintu yang eksotis. Tempat ini sangat bagus untuk difoto.

Tanggal pengalaman: November 2016
Terima kasih jeffrinurhalim
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya