Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Simpan
Sorotan Ulasan
sepi kondisi tertutup

kawasan klenteng selalu dalam kondisi tertutup selama 4hari saya di neira, jadi belum sempat... selengkapnya

Diulas pada 13 September 2016
RerePutri
,
Jakarta, Indonesia
Jejak Budaya Tionghoa di Kepulauan Banda

Begitu tiba di Pulau Naira langsung keliling pusat keramaian dengan berjalan kaki. Kelenteng ini... selengkapnya

Diulas pada 9 April 2015
SiWoles_BikeRental
,
Yogyakarta
Baca ke-12 ulasan
  
Ulasan (12)
Saring ulasan
12 hasil
Peringkat dari wisatawan
1
3
7
0
1
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
1
3
7
0
1
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
1-6 dari 12 ulasan
Diulas pada 30 Januari 2018

Saat berkunjung ke Banda Neira beberapa waktu yang lalu diinformasikan ada daerah pecinan di Banda Neira. Akhirnya tertarik untuk mengunjungi kelenteng ini. Sayang sekali saat itu kelenteng tutup, padahal ada festival Banda di hari itu. Hanya bisa melihat dan berfoto dari pagar. Suasana dari luar kelenteng bagus banget, beberapa rumah dan toko dihiasi lampion di sepanjang jalan.

Tanggal pengalaman: November 2017
1  Terima kasih TikaAnggreniP
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 13 September 2016

kawasan klenteng selalu dalam kondisi tertutup selama 4hari saya di neira, jadi belum sempat mengunjunginya..=)
dari tampak depan cukup bersih, tapi kondisi kurang terawat.

Tanggal pengalaman: September 2016
Terima kasih RerePutri
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 9 April 2015

Begitu tiba di Pulau Naira langsung keliling pusat keramaian dengan berjalan kaki. Kelenteng ini sangat mencolok mata karena hadir di antara bangunan kolonial lainnya.

Awalnya rada sangsi apakah bisa melihat-lihat bagian dalam atau tidak karena pintu yang selalu tertutup. Ternyata kita tinggal mampir ke toko barang antik di seberang kelenteng untuk minta tolong kepada pemilik toko yang dipercaya memegang kunci kelenteng. Bagian dalam kelenteng memang tampak tak terawat.

Namun, ornamen-ornamen serta beberapa potong terakota berlabelkan VOC tak bisa menutupi jejak lawasnya yang begitu memesona dan memancing rasa keingintahuan.

Tanggal pengalaman: Mei 2014
Terima kasih SiWoles_BikeRental
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas pada 23 Desember 2019

Tanggal pengalaman: November 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 5 Mei 2017

Tanggal pengalaman: Maret 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya