Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

“Goa Batuan Karst yg indah”
Ulasan tentang Cave Tubing Goa Pindul

Cave Tubing Goa Pindul
Peringkat No. 1 dari 5 Tur di Gunung Kidul
Sertifikat Keunggulan
Rincian objek wisata lainnya
Informasi rinci objek wisata
Rekomendasi lama kunjungan: Lebih dari 3 jam
Diulas April 24, 2016 via perangkat selular

Goa yg terbentuk di bawah batuan karst sepanjang 350m dengan 3 zona.. zona remang2.. zona gelap abadi.. dan zona akhir adalah zona terang...
Keindahan stalaknite dan batuan alam karst yg terbentuk indah dan ada kristal menyerupai pasir intan... tiket masuk hanya 35 ribu per orang... operator cave tubing yg paling dekat dengan lokasi adalah DEWA BEJO..

Terima kasih bagja_salawasna
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Tulis Ulasan
Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
Tanda Panah AirAsia/Garuda
5 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Ulasan (229)
Peringkat dari wisatawan
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
  • Bahasa lainnya

42-46 dari 229 ulasan

Diulas April 10, 2016 via perangkat selular

Keren tapi harus siap2 basah. Prepare some clothes untuk mandi. Tiket masuk seharga 35rb utk melihat goa. Ada loker tempat penitipan dgn membayar 2rb. Mandipun membayar 2rb.

Terima kasih chaterinegunawan
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 29, 2016

Salah satu destinasi unuk menyusuri sungai di dalam goa. Dengan biaya terjangkau, kita dapat memuaskan dahaga untuk bersantai dan refreshing. Tempatnya mudah dijangkau baik dari arah Jogja maupun dari Solo. Jika masih bingung dapat menghubungi pengelola dari obyek wisata (bisa dilihat di website wisata gunung kidul)

Sebaiknya kesini rame2, karena bakal lebih seru.

Terima kasih vanbim88
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 18, 2016

Keindahan Objek Wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendunia. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan warga setempat mengubah sungai bawah tanah menjadi tempat wisata susur gua menggunakan ban dalam atau cave tubing, seperti di Brasil dan Venezuela.

NAMA Subagyo tidak bisa lepas dari eksotisme cave tubing gua tersebut. Sebab, Ketua Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) itulah yang merintis pembukaan gua tersebut, mulai dari pembersihan, pendekatan kepada sesepuh desa, ritual sampai pemberdayaan masyarakat setempat.

Dia menceritakan, pada 2010 terlintas dalam benaknya untuk menjadikan Gua Pindul sebagai tempat wisata dan petualangan. Kala itu, gua hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. ’’Orang-orang menganggap saya dan teman-teman stres. Sebab, tiap hari hanya di gua, bersih-bersih dasar sungai dan atap,’’ ungkap laki-laki dari Gelaran 1, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul tersebut.

Dia bersama Tukidjo, Ratmin, dan Paryo, sejak pagi hingga petang, selalu berada di gua. Mereka membersihkan dasar sungai dan menyikat langit-langit agar kelihatan bersih. Mereka mengumpulkan berbagai sampah, seperti plastik, pecahan kaca, botol, kaleng, dan pakaian bekas untuk dibuang. Saat dibersihkan jumlahnya limbah kaca mencapai 11 karung. Menurut dia, sebenarnya para sesepuh desa melarang mereka membersihkan gua tersebut karena dianggap bisa celaka.

Subagyo tidak membantah keyakinan sebagian orang yang menganggap Gua Pindul keramat, angker, dan banyak mahluk halusnya.
Untuk itu, dia dan teman-temannya melakukan ritual, memohon pada Yang Maha Kuasa supaya lancar selama bekerja bakti membersihkan dan menata gua. Akhirnya semua berjalan baik meskipun sempat ada insiden.

’’Salah seorang dari kami jatuh dari langit-langit yang cukup tinggi, alhamdulillah tidak mengalami luka serius. Kami meneruskan pekerjaan tentu lebih berhati-hati dan tidak bilang siapa-siapa kalau ada yang jatuh. Begitu tersiar kabar ada yang jatuh pasti bikin ribut,’’ tutur Bagyo, panggilan akrabnya.

Ribuan Orang

Setelah gua tampak bersih, dia memberanikan diri membuka Pindul sebagai objek wisata. Jumlah pengunjung waktu itu hanya 100-an orang.
Setahun berikutnya melonjak menjadi 70.000-80.000 orang dan selama Januari-Agustus 2013, tercatat 122.000 orang. Bayangkan, dalam sekejap Gua Pindul mampu menjadi magnet bagi ribuan orang dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Para peloncong dapat menikmati panorama alam di dalam gua yang terdapat aliran sungai tersebut. Aliran sungai di gua sepanjang sekitar 300 meter itu bersahabat, cukup tenang, dan tidak terlalu banyak gelombang. Dalam waktu singkat kondisi Bejiharjo berubah. Ribuan orang terlibat dalam wisata Gua Pindul. Mereka bukan hanya penduduk setempat, tapi melibatkan pula warga sekitarnya. Warung-warung makan bermunculan, area parkir ada di mana-mana, beberapa orang malah mendirikan home stay lengkap dengan fasilitas AC.

’’Hampir seribu orang terlibat dalam wisata Gua Pindul, ada yang menjadi pemandu, membuka warung, penginapan. Semula mereka menganggur, namun setelah ada objek wisata ini tidak ada lagi yang menganggur,’’ tandas Bagyo sambil menjelaskan sejumlah penghargaan yang diperoleh desa wisatanya.

Bejiharjo memperoleh penghargaan sebagai juara pertama desa wisata tingkat DIY dan nasional pada 2012. Desa itu juga menerima penghargaan Desa Wisata Penerima PNPM Mandiri pada tahun yang sama. Kementerian Pariwisata memberinya penghargaan 10 besar penerima Cipta Award kategori pelestarian lingkungan.

Bagyo menyadari Gua Pindul bukan lagi milik kelompok dan desanya. Gua Pindul sudah menjadi milik masyarakat DIY. Sebenarnya, kata dia, masih ada sembilan gua yang bisa menjadi objek wisata dan sekarang dalam proses penataan. Dia ingin kelak seluruh objek wisata yang ada mampu menonjol meskipun ikonnya masih Pindul.

Namun, ketenaran Gua Pindul membuat Bagyo berurusan dengan polisi. Dia berkali-kali dilaporkan oleh pemilik tanah gua dengan alasan mengelola lahan milik orang lain. Warga membelanya karena aktivitasnya untuk kesejahteraan masyarakat bukan kepentingan pribadi.
Hingga kini persoalan dengan pemilik tanah belum selesai, dia dan warga sudah minta Pemkab Gunungkidul untuk memediasi. ’’Apa pun nanti keputusan Pemkab, kami akan tunduk dan menaatinya. Kami tidak ingin melanggar hukum,’’ ujar Bagyo.(Agung PW-71)

Terima kasih arifsulistyo50
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Februari 18, 2016

Jadi Goa Pindul merupakan suggest dari teman kami yang kuliah di Jogja. Lokasi cukup jauh dari kota Jogja sendiri. Waktu itu kami memutuskan untuk rental motor, dan perjalanan yang ditempuh kira2 1,5 jam dengan kondisi jalan yang cukup lancar.
Sesampai di sana, banyak sekali pemandu yang menawarkan jasa pemanduan di Goa. Jadi kami membeli tiket, menitipkan barang berharga. Goa Pindul sendiri menurut saya hanya goa biasa dengan beberapa cerita, namun tidak terlalu excited. Karena banyak kelelawar, jadi rasanya kok aneh ketika ada bagian kita harus main air di sana. (efek berpikir terlalu banyak). Namun yah boleh dikunjungi jika penasaran.

Terima kasih Prinsika
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Wisatawan yang melihat Cave Tubing Goa Pindul juga melihat

 

Pernah Berkunjung ke Cave Tubing Goa Pindul? Ceritakan pengalaman Anda!

Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia/Garuda
5 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Tulis Ulasan Tambahkan Foto

Pemilik: Bagaimana pendapat Anda?

Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.

Klaim Daftar Anda