Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Sorotan Ulasan
Pesona Padang Savana dan ERU desa Braja Harjosari Way Jepara Lampung Timur Lampung

ELEPHANT RESPON UNIT IV DESA BRAJA HARJOSARI Merupakan kesempatan baik sekali saya tergabung dalam... selengkapnya

Diulas pada 28 April 2019
Kaka_zackk
,
Bandar Lampung, Indonesia
via perangkat selular
Kurang perawatan

Way Kambas adalah Taman Nasional yang jadi rumah ratusan Gajah Sumatera yang terancam punah. Hanya... selengkapnya

Diulas pada 8 April 2019
ulvirahma
,
Jakarta, Indonesia
Baca ke-73 ulasan
  
Ulasan (73)
Saring ulasan
73 hasil
Peringkat dari wisatawan
19
31
17
2
4
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Bahasa lainnya
Peringkat dari wisatawan
19
31
17
2
4
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
1-6 dari 73 ulasan
Diulas pada 11 November 2019 via perangkat selular

Kabupaten Lampung Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sukadana. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.325,03 km². Kabupaten ini memiliki semboyan "Bumei Tuwah Bepadan".
Dengan area yang luas
Dengan AKSESIBILITAS jalan nasional lintas timur Sumatera, jalan provinsi yang terawat dengan baik memudahkan wisawatan untuk berkunjung. Ditambah dengan JTTS menjadikan jarak tempuh semakin singkat.

Didukung AMENITAS yang terus dikembangkan tersedia akomodasi di Lampung Timur juga sudah beroperasi beberapa hotel dan cottage salah satunya di sekitar taman nasional way Kambas yaitu satwa elephant Lodge.

Lampung Timur dengan semboyan "Bumie Tuwah Bepadan" Menyajikan ATRAKSI masa lalu, masa depan dan masa kini,
Masa lalu pra sejarah dan sejarah kita bisa menyaksikan sejarah di Lampung Timur yaitu Situs Purbakala Pugung Raharjo. Dimana anda dapat melihat saksi bisu sejarah Lampung Timur seperti Batu-batuan bersejarah dan arca bersejarah.
__

ATRAKSI Masa kini kita juga bisa menyaksikan desa Wisata Adat di desa Wana Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur.  Desa Wana merupakan satu dari tujuh (7) desa inti masyarakat Lampung Melinting, Hampir separuh dari rumah penduduk di Desa Wana masih menggunakan arsitektur tradisional rumah adat Lampung, yakni rumah panggung dengan bahan kayu.
__

ATRAKSI Masa depan adalah dimana masa anak cucuk kita bisa menyaksikan hewan mamalia terbesar "#GAJAH" Dan #BADAK dapat dibesarkan dan terlindungi di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas. Dan inilah warisan yang harus kita jaga, disini terdapat banyak sekali jenis hewan dan tumbuhan yang hidup berdampingan dengan manusia sang Penjelajah alam....

Tanggal pengalaman: November 2019
Terima kasih Kaka_zackk
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 28 April 2019 via perangkat selular

ELEPHANT RESPON UNIT IV DESA BRAJA HARJOSARI

Merupakan kesempatan baik sekali saya tergabung dalam jejak petualang team Festival Way Kambas ke XVIII tahun 2018 dengan salah satu agendanya adalah mengekplorasi desa wisata Baraja Harjosari yang terdapat ERU dan padang savana.

ERU IV merupakan kawasan konservasi dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya gangguan komplik gajah liar dengan penduduk sekitar, ERU IV dibuka pada bulan Mei tahun 2017 jadi masih sangat baru, ERU IV merupakan satu kawasan zona konservasi Taman Nasional Way Kambas.

Pada frame saya sedang bermain dengan gajah bernama George, George disematkan karena pada saat gajah ini lahir bertepatan dengan kunjungan presiden USA  George Walker Bush @georgewbush berkunjung ke Istana Bogor November 2006 yang lalu, George diasuh oleh salah satu mahout @jony__saputra, George tidak hanya memahami perintah dengan bahasa Indonesia juga bahasa Inggris.

Untuk berkunjung ke desa Wisata ini kalian bisa menghubungi bapak Suhadak selaku ketua pokdarwis Desa Braja Harjosari @adakspontan dengan no HP 085279441870 nanti kalian akan diantar mengelilingi savana seluas 13 ha dan mengekplorasi keindahan desa lainnya.

Untuk masuk ke ERU kalian harus memiliki surat izin memasuki kawasan konservasi, jika tidak memiliki kalian akan di kenakan pasal pelanggaran memasuki kawasan tanpa izin yaitu Pasal 50 ayat (3) huruf g jo. Pasal 38 ayat (3) UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (“UU Kehutanan”) mengatur bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan, tanpa melalui pemberian Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan (“IPPKH”) dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan.

Kawasan ERU terdapat hutan tropis dengan tanaman hutan berbagai jenis, dan yang tidak kalah menarik adalah padang savana yang luas bagi penikmat photo sangat cocok untuk menyaksikan matahari terbit dan landscape gajah sebagai modelnya.

Silahkan kunjungi desa Wisata Braja Harjosari hubungi pak Suhadak di
Phone: (62)85279451870
WA: (62)82380303423
Desa Braja Harjosari kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Lampung

Tanggal pengalaman: November 2018
2  Terima kasih Kaka_zackk
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 8 April 2019

Way Kambas adalah Taman Nasional yang jadi rumah ratusan Gajah Sumatera yang terancam punah. Hanya saja menurut saya tempat ini kurang perawatan. Kemarin menginap di penginapan yang ada di TNWK-nya sendiri, tapi airnya mati, dapurnya kotor, sisa makanan dari kapan nggak pernah dibersihkan.

Tanggal pengalaman: Maret 2019
Terima kasih ulvirahma
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 14 Januari 2019

Salah satu yang sangat menarik bila anda berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas adalah keberadaan Gajah-Gajah yang dipelihara oleh para Pawang Gajah namun dari pengalaman dan pengamatan pribadi saya melihat sepertinya sudah kurang mendapat perhatian dan pengembangan yang serius dari pemerintah daerah setempat padahal apabila dikelola dengan baik dan profesional akan menjadi salah satu destinasi menarik untuk para wisatawan sehingga bisa menambah pendapatan negara

Tanggal pengalaman: Maret 2018
Terima kasih SuhermanO2
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 17 September 2018

Taman nasional ini mempunyai area yang sangat luas. Area untuk gajah, dari gerbang masuk belok kekanan dan lurus terus mengikuti jalan. Sedangkan untuk badak, dari gerbang lurus terus. Harga tiket masuknya sangat terjangkau.

Tanggal pengalaman: September 2018
Terima kasih AnisaMuslicha
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya