Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
ZenHotels.com
Trip.com
Priceline
Harga adalah harga rata-rata per malam yang disediakan oleh mitra kami serta mungkin belum termasuk semua pajak dan biaya. Pajak dan biaya yang ditampilkan hanya merupakan perkiraan. Untuk selengkapnya, lihat di mitra kami.
Hotel Terdekat
Ulasan (25)
Saring ulasan
25 hasil
Peringkat dari wisatawan
1
7
10
3
4
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaSemua bahasa
Peringkat dari wisatawan
1
7
10
3
4
Lihat opini wisatawan:
Penyaring yang dipilih
Saring
Memperbarui daftar...
15-20 dari 25 ulasan
Ulasan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Lihat ulasan asli
Diulas pada 13 Januari 2009

Sangat berisik, terutama dari pukul 22.00 hingga 00.30, makanannya tidak enak, saya menyarankan untuk memilih hotel yang lain.

3  Terima kasih dowib
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.Ulasan asli dikirim dalam Inggris pada www.tripadvisor.com. Lihat ulasan asli
Ulasan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Lihat ulasan asli
Diulas pada 29 Juli 2008

Saya dan ketiga anakku bermalam di sini dua kali, dalam perjalanan pergi pulang Bandung - Pangandaraan untuk membagi perjalanan yang lamanya 6 jam menjadi setengah. Ide yang buruk. Kamar kamar tampak baik, pada kenyataannya tipe kamar Superior Triple dengan tiga tempat tidur tunggal dan kamar tipe Superior (satu tempat tidur besar dan satu tempat tidur kecil) beukuran luas dan stafnya bersedia menambahkan satu kasur ekstra di lantai. AC-nya bekerja dengan baik tetapi tidak ada air panas - dua kriteria utamaku bagi sebuah hotel bintang tiga di Jawa. Dari tampilan luar memang tampak seperti hotel bintang tiga. Harganya mahal sekali untuk sebuah tempat persinggahan di sebuah kota kecil dengan sedikit infrastruktur di Jawa. Saya membayar sekitar 70 dollar Amerika Serikat yang tampak murah dari standar global, tetapi percayalah, di kota kecil di Jawa Barat, harga sebegitu memang tinggi. Perlu juga saya sebutkan mengenai kap shower di kamar mandi yang harus saya tarik keluar dari bungkusan kantong pelastik kecil yang kemudian bisa ditutup dengan kantong plastik yang sama dan menemukan bahwa kap itu basah dan berbusa sabun. Saya kira seseorang dengan susah payah telah membungkusnya. Kabar baiknya adalah bahwa restorannya baik untuk makan malam dan murah sekali. Sarapan pagi sudah termasuk tetapi sarapan ala Indonesia, nasi goreng standar dengan bumbu-bumbunya, dan yang mengherankan, seorang pria memesan telor untuk ditambahakan pada prasmanan yang telah tersedia. Masalahnya, semua orang Indonesia merokok selama makan. Banyak asap, seolah olah melihat makanan di bawah bayang bayang asap dan menghilangkan salera makan anda. Kami tidak bisa sarapan pagi dengan cepat dan sayangnya juga, pilihan anda memang terbatas pada hotel atau di sebuah warung pinggir jalan di mana mereka mencuci semua piring dalam seember air yang kotor. Tetapi, keributannya sangat luar biasa. Malam pertama kami dapat kamar tepat di bagian belakang kafe. Tampaknya baik baik saja karena tidak ada orang lain yang makan malam dan kami pikir kami bisa menikmatinya sendiri hanya di antara kami. Ternyata salah! Pada jam 10, (dan itu adalah hari Selasa), pertunjukkan band dimulai di kafe sampai jam satu pagi. Kemudian, tidur puteri saya ditemani bunyi generator dekat kepalanya sampai jam enam pagi. Tampaknya, menurut sang manejer yang membusungkan dada ketika saya mengeluh soal keributan, Crown Hotel adalah tempat untuk karoke pada malam hari. Setiap malam. Jadi, saya pikir untuk memesan kamar pada bagian lain yang jauh dari kafe untuk perjalanan pulang saya. Tetapi itupun terganggu oleh konferensi yang sedang diadakan di sana. Saya tidak bercanda, mereka berlaku seperti anak anak kuliahan pada liburan semester, berteriak dan berlari-lari di lorong lorong, membanting pintu dan pada satu kesempatan main kartu di lantai dtemani bunyi musik keras persis di luar kamarku. Dan ketika kukatakan bahwa keributan itu tidak berhenti, saya tidak melebih-lebihkan. Pada pukul 6 pagi, setelah keributan yang berlansung hampir selama 12 jam (saya terus menerus menelpon ke lobi tetapi tidak seorangpun datang), saya pada akhirnya naik pitam, membuka pintu dan berteriak ke arah mereka, tetepi mereka mengabaikan saya begitu saja. Kami begitu capai sehingga hampir tidak punya energi untuk bahkan pergi ke mobil untuk segera keluar dari Dodge. Sebagian dari masalahnya adalah model dari pintu itu, dengan partisi dari kaca yang tidak ditutup pada bagian atasnya (mungkin demi mendapatkan cahaya ekstra), tetapi sungguh ribut jadinya. Jadi, jika anda bepergian ke Jawa, hindari hotel ini kecuali jika anda dapat tidur nyeyak dengan mudah. Pergilah lansung ke Pangandaraan atau Bandung kendati dengan jam berkendara yang lebih lama.

3  Terima kasih mdhIndonesia
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.Ulasan asli dikirim dalam Inggris pada www.tripadvisor.com. Lihat ulasan asli
Ulasan ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris. Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas pada 15 Oktober 2017 via perangkat selular

Tanggal menginap: Oktober 2017
Jenis Trip: Berwisata bersama keluarga
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 7 Februari 2016 via perangkat selular

Tanggal menginap: Februari 2016
Jenis Trip: Berwisata bersama teman
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas pada 17 Januari 2016 via perangkat selular

Tanggal menginap: Januari 2016
Jenis Trip: Berwisata untuk bisnis
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya