Cari tiket penerbangan dan maskapai murah

Pulang PergiSekali jalanBanyak kota
Berangkat
Sab, 16/3
Pulang
Sab, 23/3
Wisatawan
1, Ekonomi

Penerbangan dari Wichita ke Asia

Tokyo
19 Apr — 23 Apr
Rp 1.000
Manila
Cari penerbangan
Male
Cari penerbangan
Kathmandu
Cari penerbangan
Kota Dhaka
Cari penerbangan
Kochi
Cari penerbangan

Tempat untuk dijelajahi di Asia

Tokyo
Tradisi berpadu dengan budaya pop di Tokyo. Di sini, Anda dapat mengunjungi kuil kuno sebelum menyanyi keras di bar karaoke. Bangunlah sebelum matahari terbit untuk melihat lelang ikan di Pasar Toyosu, lalu segarkan diri dengan berjalan-jalan di bawah barisan pohon ceri di tepi Sungai Sumida. Luangkan waktu di Taman Timur Istana Kerajaan yang cantik, lalu uji pengetahuan Anda tentang sejarah Jepang di Museum Edo-Tokyo. Jangan lupa untuk menyantap sushi, mi udon, dan wagashi (kue khas Jepang) sepuasnya.
4 kali pemberhentian dari
Rp 1.000
19 Apr — 23 Apr
Manila
Manila Metropolitan meliputi enam kota besar dan 12 kota kecil. Berlokasi di Teluk Manila di Laut Cina Selatan serta dipisahkan oleh Sungai Pasig, ibu kota Filipina ini memiliki kesan modern, bersejarah, kaya, dan miskin. Lokasi populer adalah kawasan yang dikelilingi tembok yang disebut Intramuros. Menjadi ibu kota selama masa penjajahan Spanyol, Intramuros tetap melestarikan sel bawah tanah dan ruang penyimpanan bubuk mesiu, namun kini dilengkapi galeri seni dan teater. Kota ini memiliki museum, toko, taman, serta gereja, dan ditambah dengan kehidupan malam yang tidak akan berakhir hingga fajar.
Male
Ibu kota pulau Maladewa dipadati dengan bangunan bertingkat dan jalanan sempit, semua berbatasan dengan pantai. Penggemar belanja dapat menikmati cita rasa Malé yang dikemas dengan menarik dan di sepanjang Chaandanee Magu, tempat menjual suvenir lokal, seperti ukiran perahu kayu atau replika miniatur perahu yang menghiasi kawasan perairan. Masjid Jumat kubah emas berdiri kokoh di atas lanskap dan kekayaan bawah laut atol menarik para penyelam scuba dari seluruh dunia.
Kathmandu
Ibu kota Nepal ini dikelilingi lembah yang penuh dengan situs bersejarah, kuil kuno, tempat suci, serta desa yang mengesankan. Berbaurlah dengan penduduk setempat dan hewan-hewan di tengah monumen Lapangan Durbar atau bergabunglah dengan para penggemar lintas alam pegunungan di Distrik Thamel yang ramai. Telusuri berbagai toko untuk mencari karya menarik dari para pengrajin lokal. Karpet dan kertas bermotif adalah produk khas kota ini.
Kota Dhaka
Berpenduduk padat dan sibuk dengan aktivitas sepanjang hari, Dhaka adalah perpaduan antara kota lama dan baru, kaya dan miskin, industri dan merakyat. Dari Gedung Parlemen Nasional dan Kota Bashundhara yang sangat modern, pusat perbelanjaan terbesar di Asia Selatan hingga Benteng Lalbagh abad ke-17, dan pasar terbuka di sepanjang jalan pinggiran kota, perpaduan ini dengan jelas telah membentuk kota tersebut. Kunjungi beberapa masjid, kuil, dan museum untuk menjelajahi kebudayaan dan sejarah Bengali.
Kochi
Gabungan dari beberapa desa kecil di pesisir barat daya menciptakan kawasan baru Kochi (atau Cochin). Aktivitas paling populer di tempat ini adalah berjalan-jalan saat matahari terbenam, mencicipi hidangan dari ikan segar yang dijual pedagang kaki lima, dan berperahu di sekitar pulau. Pusat seni menampilkan tarian tradisional, Kathakali. Pengaruh Eropa terlihat dari gereja dan benteng yang dibangun bangsa Portugis di abad ke-16. Tanda awal kedatangan pedagang Cina terlihat dari jaring ikan unik yang menghiasi pantai.
Mumbai (Bombay)
Meskipun Mumbai terasa semrawut dan sesak, namun Anda tetap dapat merasakan kedamaian di sini. Cicipi bhelpuri (sejenis camilan khas India) sambil berjalan di Pantai Chowpatty sebelum mengunjungi Mani Bhavan, tempat Mahatma Gandhi dulu tinggal, menyusun strategi, dan ditangkap. Di pasarnya Anda dapat menawar harga rempah atau suvenir. Ikuti tur dengan pemandu ke Dharavi (yang populer karena lagu "Slumdog Millionaire") untuk melihat kehidupan yang sebenarnya bagi hampir sejuta orang di Mumbai.
New Delhi
New Delhi yang riuh namun tenang ini merupakan kota yang unik. Anda akan sering melihat sapi berjalan di tengah jalanan yang diapit gubuk. Kunjungi Benteng Merah abad ke-17 yang merupakan gabungan kubah dan menara kecil, atau tawar harga barang di Chandni Chowk. Jantar Mantar memiliki koleksi jam matahari dan alat astronomi berukuran sangat besar yang masih digunakan untuk prakiraan cuaca. Wisatawan dan masyarakat setempat berkumpul di India Gate, yakni monumen nasional India untuk menghormati prajurit yang tewas dalam Perang Dunia I dan Perang Afghanistan III.