Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Sorotan Ulasan
Komersialisasi Peninggalan Leluhur

Dua kali ke sini pada tahun yang berbeda, pertama karena penasaran, kedua karena antar kawan... selengkapnya

Diulas pada Maret 11, 2017
Omnant
via perangkat selular
Melihat Kehidupan Suku Asli di Lembah Baliem

Ini merupakan perkampungan masyarakat Lembah Baliem. Mereka masih menyimpan mumi leluhur mereka... selengkapnya

Diulas pada Maret 13, 2016
Augustinus2003
,
Jayapura, Indonesia
via perangkat selular
Baca ke-39 ulasan
Peta
Satelit
Pembaruan peta dijeda. Perbesar tampilan untuk melihat informasi terbaru.
Atur ulang zoom
Memperbarui Peta...
Ikhtisar
  • Luar biasa23%
  • Sangat bagus28%
  • Rata-rata32%
  • Buruk12%
  • Sangat buruk5%
LOKASI
Wamena, Indonesia
Tulis Ulasan
Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
Tanda Panah AirAsia/Garuda
20 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Ulasan (39)
Peringkat dari wisatawan
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
Diulas Maret 11, 2017 via perangkat selular

Dua kali ke sini pada tahun yang berbeda, pertama karena penasaran, kedua karena antar kawan, kesimpulannya: 1. Tidak ada perbaikan kecuali tempat parkir yg diperluas sedikit. 2. Tidak ada penghargaan terhadap mumi leluhur yg ditenteng keluar masuk honai tanpa pelindung/tempat yang memadai. 3. Warganya makin...Selengkapnya

Terima kasih Omnant
Diulas Maret 13, 2016 via perangkat selular

Ini merupakan perkampungan masyarakat Lembah Baliem. Mereka masih menyimpan mumi leluhur mereka yang sudah tersimpan lebih dari 300tahun, ditandai dari jumlah benang yang ada di leher mumi. Tidak sembarang orang bisa membawa mumi tersebut keluar dari honai mereka. Mumi tersebut diawetkan dengan cara di asap....Selengkapnya

Terima kasih Augustinus2003
Diulas Oktober 12, 2014

Lumayan dapat melihat kehidupan suku asking. Tapi jangan berani sembarang foto. Tiap jepretan 10ribu rupiah per orang.

Terima kasih Caroline M
Diterjemahkan oleh Asia Online Language Studio
Ulasan ini diterjemahkan oleh Mesin dari bahasa Inggris Apa yang dimaksud dengan terjemahan mesin?
Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas Juli 24, 2017 via perangkat selular

Selengkapnya

Diterjemahkan oleh Asia Online Language Studio
Ulasan ini diterjemahkan oleh Mesin dari bahasa Inggris Apa yang dimaksud dengan terjemahan mesin?
Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas Februari 16, 2017

Selengkapnya

Diterjemahkan oleh Asia Online Language Studio
Ulasan ini diterjemahkan oleh Mesin dari bahasa Inggris Apa yang dimaksud dengan terjemahan mesin?
Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas Desember 9, 2016

Selengkapnya

Diterjemahkan oleh Asia Online Language Studio
Ulasan ini diterjemahkan oleh Mesin dari bahasa Inggris Apa yang dimaksud dengan terjemahan mesin?
Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas Oktober 11, 2016

Selengkapnya

Diterjemahkan oleh Asia Online Language Studio
Ulasan ini diterjemahkan oleh Mesin dari bahasa Inggris Apa yang dimaksud dengan terjemahan mesin?
Tampilkan terjemahan mesin?
Diulas Agustus 16, 2015

Selengkapnya

Tanya & Jawab:
Dapatkan jawaban cepat dari staf Mummy of Jiwika dan pengunjung terdahulu.
Catatan: pertanyaan Anda akan diposting kepada publik pada halaman Tanya Jawab.
Panduan yang diposting
Kirim