Bukit Peramun
Area Wisata Alam& Taman MargasatwaJalur Lintas AlamHutan
Tentang
Durasi: 2-3 jam
Memenuhi pedoman kesejahteraan hewan
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini
Area
Lokasi terdekat terbaik
Kami menentukan peringkat sejumlah restoran dan objek wisata ini dengan menyeimbangkan ulasan dari anggota kami dan seberapa dekat jarak keduanya ke lokasi ini.
Objek wisata
3 dalam 10 km

4.0
4,0 dari 5 lingkaran20 ulasan
Luar biasa
9
Sangat bagus
8
Biasa
2
Buruk
0
Sangat buruk
1

Ulasan berikut telah secara otomatis diterjemahkan dari bahasa aslinya.
Layanan ini dapat berisi hasil terjemahan dari Google. Google melepaskan semua tanggung jawab, baik tersirat ataupun tersurat, terkait hasil terjemahan, termasuk setiap tanggung jawab atas keakuratan, keandalan, dan jaminan tersirat apa pun tentang kelayakan untuk diperdagangkan, kesesuaian untuk tujuan tertentu, dan kebebasan dari pemalsuan.

Melani M
Jakarta, Indonesia653 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Agu 2023 • Teman
Berkunjung ke tempat ini beramai2 dengan Teman2 kantor.
Suasana hijau nya sangat kental dan tempatnya sudah tertata rapih.
Dari banyak aktivitas yang ditawarkan, kita pilih untuk trekking sekitar 550 meter jaraknya. Menyusuri bukit dan melalui jalur yang sudah disediakan dan ada 4 spot foto yang kekinian.

spot pertama, kita sampai di batu kembar, ada 2 batu besar yang entah bagaimana bisa sampai di lokasi yang cukup tinggi itu (sekitar 90 Mdpl). sejauh mata memandang, terlihat keindahan hutan yang hijau dan ada laut serta sungai di kejauhan dan menurut legendanya disini dulu menjadi tempat upacara adat untuk remaja yang memasuki usia 17 tahun agar dimudahkan jodohnya

spot kedua, mobil "terbang", yang bila difoto dari angle tertentu, terlihat mobilnya seperti melayang diantara rerimbunan pohon yang menjadi latar belakang dan hamparan langit luas yang biru

spot ketiga, berupa semacam dermaga untuk melihat view matahari terbenam. berhubung kami sampai disini masih cukup jauh dari waktu sunset, cuaca cerah di hari itu juga mendukung spot ini dapat dinikmati.

spot terakhir adalah puncak bukitnya, view nya sangat luar biasa, dan disediakan semacam panggung untuk kita duduk duduk menikmati suasana.

secara waktu, bila langsung dari lokasi awal ke atas bukit memakan waktu sekitar 30 menit, tapi karena kita tidak mau melewatkan kesempatan mengabadikan moment spesial ini, perjalanan jadi sekitar 2 jam.

Untuk yang mau mengunjungi Bukit Peramun ini sangat mudah caranya. Bisa ke website yang sudah disediakan. Tempatnya sangat visitor friendly dan menjadi salah satu variasi selain pantai/pulau yang ada di Belitong
Ditulis pada 14 Agustus 2023
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Jabejabe Holiday
Pulau Belitung, Indonesia17 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Jun 2019 • Bisnis
Wiw, kunjungi Bukit Peramun di malam hari dan saksikan primata endemik Belitong, Tarsius Bancanus Saltator alian Pelilean atau unik disebut Monyet Hantu. Eksplor juga keindahan Bukit Peramun, hunting foto-foto unikmu dan nikmati keindahan Belitong dari ketinggian. Tempat ini juga menyediakan paket Makan Bedulang Khas Belitong.
Ditulis pada 16 Juni 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Bambang E
Pulau Belitung, Indonesia102 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Apr 2018 • Teman
Liburan bersama teman dan pasangan sangat cocok ketempat ini, dengan spot foto yg lagi hits dikota Belitung, menawarkan pemandangan yang indah dan menarik dari ketinggian.
Ditulis pada 20 Mei 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

heri s
Jakarta, Indonesia1.522 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Des 2017 • Teman
Salah satu alternatif wisata di belitung selain pantai. Tempat ini bisa dicapai dari tanjungpandan dalam waktu 20-30 menit. Biaya masuknya 10ribu saja. Tempat ini menyediakan jalur trekking yang tidak begitu sulit. Di atas bukit, disediakan tempat untuk swafoto. Pemandangan dari atas lumayan bagus. Ada 1 spot, yang kita mesti bayar kalo ingin swafoto di sana. Pas malam hari, tempat ini juga menyediakan paket wisata untuk melihat tarsius (binatang khas belitung).
Ditulis pada 20 Maret 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Pandan House Restaurant
Tanjung Pandan, Indonesia27 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Mar 2018 • Sendiri
bukit peramun ini memiliki banyak hal yang menarik yang bisa kita nikmati keindahan alamnya dan juga beberapa kisah2 sejarahnya bukit peramun.
Ditulis pada 6 Maret 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Blue .
Surabaya812 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Mei 2017 • Teman
Dr parkir menuju pintu penjagaan..jln kaki trs ketemu loket tiket model mobil dgn roda kayu dan bbrp guider..
Trecking..itung2 OR...byk pohon yg msh awam ...tp ada yg telah d beri nama..ada pohon yg batangnya bermotif doreng...
Ditulis pada 1 Juni 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Zequilinia
Jakarta, Indonesia686 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Jun 2016 • Bisnis
sore hari menikmati matahari terbenam sambil menikmati singkong goreng dan kopi susu. melihat belitung dari sisi lain, sangat cocok dari bukit peramun ini
Ditulis pada 16 Juni 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Taj81
New South Wales, Australia370 kontribusi
1,0 dari 5 lingkaran
Okt 2019 • Pasangan
Sangat menyedihkan untuk membaca bahwa hutan alam Belitung sedang dihancurkan. Keanekaragaman alam yang indah dari hutan di Belitung mendukung berbagai satwa liar seperti trenggiling dan monyet kecil bernama hantu. Ini adalah spesies yang terancam. Tidak akan ada hutan yang tersisa di masa depan. Kami melewati banyak perkebunan kelapa sawit yang jelek dan membakar serta memperjelas bagian tanah. Pemerintah Belitung tidak akan menghentikan pembukaan. Ada rencana pengelolaan lingkungan O. Cina memiliki banyak perkebunan. Lihat selagi bisa karena mungkin tidak akan ada yang tersisa dalam 10 tahun. Pembukaan lahan juga mengubah pola cuaca di pulau itu dengan banjir yang merusak karena tidak ada hutan yang tersisa untuk menyerap ini. Menyedihkan karena merupakan pulau yang unik dengan hutan dan pantai yang indah.
Google
Ditulis pada 25 Oktober 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Launoar
Jakarta, Indonesia14 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Agu 2019
Kami datang pada sore hari, pasti kami tidak dapat melihat Mentilin (Tarsius Bancanus Saltator) tetapi kami sangat kewalahan oleh keramahan pemandu wisata, hanya berbicara dalam Bahasa Indonesia sehingga berharap mereka akan memiliki seseorang yang dapat berbicara dalam bahasa lain di masa depan. Kutipan pada beberapa pohon membuat saya merasa jatuh cinta lagi dengan alam dan semangat untuk menjaga alam bersih. Pekerjaan yang sangat baik untuk meletakkan semua pohon yang terhubung ke aplikasi untuk membantu mengetahui informasi. Perlu meningkatkan area Toilet dan juga akan menyenangkan untuk memiliki kafe di sana. Tolong semuanya . . . datang dan kunjungi tempat ini, pemandangan dan nilai dalam setiap langkah yang Anda lakukan.
Google
Ditulis pada 23 September 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Alex J
Athena, Yunani1.135 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Agu 2019
Setelah pencarian yang relatif lama, akhirnya kami sampai di geopark. Taman tampak benar-benar ditinggalkan, dengan tidak ada yang tersedia di pintu masuk (parkir tersedia).
Ada pengumuman untuk biaya masuk, tetapi tidak ada orang di sekitar untuk mengumpulkan.
Semuanya tampak sedikit seperti taman hantu. Kami mulai mendaki hanya untuk menemukan beberapa pekerja lebih jauh ke taman. Mereka ramah dan bersikeras membimbing kami ke pemandangan, i. e. ke atas.
Taman ini tidak menawarkan banyak pengalaman hutan alias flora atau fauna (hanya melihat satu monyet dari jauh), tetapi Anda mendapatkan pemandangan dari atas.
Mengenai tarsius, kami tidak melihat - Anda harus pergi saat senja dan kami ragu kami akan menemukan panduan apa pun pada saat itu.
Ketika kami selesai dengan perjalanan, pemandu yang telah menemani kami bersikeras kami membayar biaya masuk. Kami melakukannya, bahkan jika kami tidak mendapatkan tanda terima.
Google
Ditulis pada 11 September 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Menampilkan 1-10 dari 12 hasil
Apakah ini daftar Tripadvisor Anda?
Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.
Klaim daftar Anda

Bukit Peramun (Pulau Belitung, Indonesia) - Review - Tripadvisor

Semua Hotel di Pulau BelitungPenawaran Hotel di Pulau BelitungHotel yang Dapat Dipesan Mendadak di Pulau Belitung
Semua hal yang dapat dilakukan di Pulau Belitung
Spa & Kebugaran di Pulau Belitung
RestoranPenerbanganCerita WisataKapal Pesiar