Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon ulasan, Pandeglang

Taman Nasional Ujung Kulon
4
00:00-23:59
Senin
00:00 - 23:59
Selasa
00:00 - 23:59
Rabu
00:00 - 23:59
Kamis
00:00 - 23:59
Jumat
00:00 - 23:59
Sabtu
00:00 - 23:59
Minggu
00:00 - 23:59
Tentang
Saran durasi
1-2 jam
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini
Area
Alamat

4.0
96 ulasan
Luar biasa
33
Sangat bagus
42
Biasa
14
Buruk
6
Sangat buruk
1

Andika
16 kontribusi
Liburan keluarga
Jan 2019 • Keluarga
Masih dalam suasana liburan tahun baru, kali ini menyelusuri daerah paling ujung di Banten tepatnya ujung kulon. Sangat di rekomendasikan karena alamnya masih asri
Ditulis pada 21 Juni 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Miss.E
Bogor, Indonesia59 kontribusi
Pulau Yang Indah
Jul 2018 • Teman
Namanya juga ujung kulon pasti lokasi paling ujung. taman nasional ujung kulon gak cuma 1 pulau yang bisa kita explore. ada pulau handeleum, pulau badul & pulau peucang. kalau kita mau camping lokasinya dipulau handeleum ada kamar mandinya. senorkeling dipulau badul & peucang. spot foto pemandangannya bagus - bagus, pulaunya juga bersih. karena taman nasional ujung kulon makanya kita bisa menjumpai ada rusa, monyet. pulau yang wajib dikunjungi diujung kulon.
Ditulis pada 28 Desember 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

alnurdin
Jakarta, Indonesia140 kontribusi
Habitat Badak Jawa yg makin langka
Jan 2018 • Teman
Taman nasional ini adalah satu-satunya tempat tersisa sebagai habitata badak jawa (badak bercula satu) yg populasinya diperkirakan tinggal 50 ekor. Namun jangan berpikir Anda akan mudah bertemu dengan satwa langka ini. Selain sifatnya yg pemalu dan selalu menghindari manusia, jumlah badak yg sangat sedikit teramat sulit ditemukan di hutan lebat yg sangat luas ini. Hanya para petugas patroli hutan yg biasanya dpt melihat badak secara langsung, itu pun blm tentu sebulan sekali. Sebagian bukti keberadaan badak justru diperolah melalui hasil rekaman video dan foto dari kamera yg dipasang tersembunyi di beberapa titik strategis di dlm hutan. Ada padang penggembalaan Cidaun dan Cigenter yg dpt dikunjungi pendatang, namun biasanya hanya dihuni banteng, rusa, dan kadang2 burung merak, itu pun jika Anda datang di pagi hari.
Wisatawan yg berkunjung ke Ujung Kulon dapat melaui jalan darat ke Desa Ujung Jaya Kec Sumur Kab Pandeglang, Banten, atau melalui laut dengan kapal motor ke Pulau Peucang. Pulau kecil seluas 100 hektar ini hanya berjarak sekitar 1,5 km dari daratan Ujung Kulon. Di Pulau Peucang tersedia dermaga dan penginapan yg dikelola swasta, namun Anda harus booking jauh hari karena biasanya penuh setiap akhir pekan. Pulau Peucang juga menjadi persinggahan para pemancing ke laut lepas di sekitar Pulau Panaitan dan Selat Sunda bagian selatan. Di Pulau Peucang Anda dapat berenang di laut yg tenang dan tidak terlalu dalam, di selat yg memisahkan pulau ini dan daratan Pulau Jawa. Paling ideal berkunjung ke Ujung Kulon antara bulan April sampai September saat laut selatan biasanya relatif tenang.
Ditulis pada 12 Juli 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

dhea p
5 kontribusi
The beauty of Peucang Island in Taman Nasional Ujung Kulon
Des 2017 • Teman
pertama kalinya gw dateng ke sebuah pulau dngn situasi dan kondisi yg berbeda dari sebelmnya, its such a honor to be back soon! Yg mau kesini gw saranin opentrip krn kita sdh terima beres gtu, because travel yg kmren gue pake best service bgt!!! Goks. So , kalian bs cek akun Instagramnya aja di @bantenesia :) the word can't say anything. GUE JEMPOLIN DEH TAMAN NASIONAL UJUNG KULON.
Ditulis pada 5 Maret 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Rika M
34 kontribusi
Liburan Altrenatif di Banten
Feb 2017
Taman ini masih sangat alami dan cocok untuk Anda yang suka berpetualang di alam bebas karena masih asri. Jika beruntung, Anda akan melihat hewan-hewan seperti rusa, loh.
Ditulis pada 31 Januari 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

nugraha f
3 kontribusi
Trip Pulau Peucang
Jan 2018 • Teman
Taman nasional ujung kulon terkenal dengan si badaknya. Ya, badak bercula satu nya.
Sekilas mengenai badak cula satu ini termasuk hewan yang dilindungi loh, jumlahnya sekitar 66 ekor saat ini. Kalian bisa mengunjungi nya dengan dianter oleh petugas polhut atau wwf yang ada di desa tamanjaya.
Trip kali ini saya berkunjung ke pulau peucang, pulau yang masuk dalam wilayah taman nasional ujung kulon ini memiliki keindahan nya sendiri, jarak yang ditempuh dengan kapal laut sekitar 2 - 3 jam menggunakan perahu kayu dengan kapasitas 30 org dan perjalanan daratnya jika dari jakarta sekitar 7 jam menggunakan mobil.
Kali ini saya ditemani oleh guide lokal dari @bantamtraveler
Ditulis pada 8 Januari 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Puspita S
1 kontribusi
Liiburan
Jan 2018 • Teman
Pass dijalan aja udh dibikin adem banget sama pemandangan pohon-pohon dipinggir jalan yang sejuk banget! Dan pas ke dalem lebih sejukk dan adem
Ditulis pada 3 Januari 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

ariearwati
Bekasi, Indonesia29 kontribusi
Main Air di Ujung Kulon
Agt 2017
Taman Nasional Ujung Kulon terkenal dengan Ladang Penggembalaan Cidaon dan Pulau Peucang yang merupakan suaka marga satwa yang dilindungi. Karena dilindungi kedua tempat itu menjadi asri dan terpelihara. Sepertinya beberapa spot wisata di Indonesia perlu dilindungi seperti TNUK ini supaya kelestariaannya terjaga. Wisata air TNUK lebih menarik bagi saya. Perjalanan laut dari Desa Sumur ke Cidaon butuh waktu sekitar 2 jam, dengan sapuan ombak lumayan tinggi tapi seru. Di Cidaon kita melihat padang penggembalaan, biasanya di tempat itu didatangi sapi dan banteng liar, tapi karena kami datang terlalu siang, padang penggembalaan itu sudah kosong, jadi kami lah yang kemudian mengisi padang itu dengan berfoto-foto, menggantikan sapi dan banteng hehehehe.
Mari kita mulai, spot main air pertama kami adalah pinggiran Pulau Peucang, dalam trip ini tujuan kami adalah snorkling dan ngejar-ngejar kelompok ikan kembung yang umum disebut schooling fish ... ikan-ikan yang mau sekolah ... eh bukan hehehe, kumpulan ikan-ikan kembung yang jumlahnya ribuan ... sangat sangat menarik mencoba mendekati mereka... dan tentu saja tidak gampang. Oh iya di perairan pulau peucang itu masih penuh dengan plankton yang menjadi makanan ikan-ikan kembung yang sekolah tadi, tapi bagi kita sengatannya lumayan perih ... jadi disarankan untuk memakai baju renang yang menutup semua kulit supaya tidak gatal. Untuk muka gunakan sun block yang ramah lingkungan, selain melindungi sengatan matahari juga melindungi sengatan plankton. Selain schooling fish, pasir putih Pulau Peucang menarik sekali untuk foto-foto. Di pinggiran pulau kita bisa melihat beberapa monyet liar. Dari Pulau Peucang kami menuju muara sungai Cigenter tempat suakanya Badak ujung kulon yang disebut, di tempat itu kami naik kapal kano menyusuri sungai Cigenter yang selain habitatnya badak, sering terlihat buaya muara dan ular. Setelah sekitar 1 jam naik kano kami menuju penginapan yang harus ditempuh sekitar 3 jam, dengan ombak laut yang semakin tinggi, karena duduk di dek, kami basah kuyup oleh semprotan ombak hehehe.
Esok harinya kami menuju spot pulau Oar yang cantik. Di perairan pulau tersebut ada patung badak di dasarnya. Tujuan kami adalah berfoto ria dengan badak tersebut. Oleh karena lumayan dalam, kami perlu duck dive untuk bisa sampai di patung tersebut. Seneng banget main air di TNUK, terima kasih kepada Om Hendra dari Lang Lang Bhuana (081315856556) yang udah mau jadi fotografer, jadi guide, jadi pelatih, jadi rescue man, dan memfasilitasi trip aku ini. Bravo TNUK!
Ditulis pada 26 Oktober 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

evgust
Tangerang, Indonesia243 kontribusi
Asri
Apr 2017 • Teman
Masih dijalan aja udh dibikin adem banget sama pemandangan pohon-pohon dipinggir jalan yang sejuk banget!
Ditulis pada 4 Oktober 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Raihan C
13 kontribusi
touring
Jul 2017 • Keluarga
Ingin sekli melihat keindhn hsil ciptaan tuhan yaitu wisata alam yg terbentuk dri sejarh msa lampau sebagai titipan yg hrus di lestarikan untuk sekrng hingga anak cucu
Ditulis pada 19 Juli 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.

Menampilkan 1-10 dari 41 hasil
Ada informasi yang tidak lengkap atau tidak akurat?
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini