Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Museum Negeri Aceh

50 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.

Museum Negeri Aceh

50 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.
Tampilan layar penuh
50Ulasan0T&J
Peringkat dari wisatawan
  • 19
  • 23
  • 8
  • 0
  • 0
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
  • Lainnya
Penyaring yang dipilih
  • Saring
  • Indonesia
Kamara menulis ulasan Okt 2019
Cherating, Malaysia2.241 kontribusi40 penilaian bermanfaat
+1
Seorang pahlawan wanita Aceh yang terkenal dengan keberaniannya. Berketurunan bangsawan yang tidak meninggalkan waris kerana satu-satunya waris iaitu anak perempuan beliau telah mati dihukum tembak, menurut penceritaan si penjaga rumah yang kami bayar 7000 rupiah. Rumah ini dibangunkan kembali dan diselenggara oleh pihak kerajaan bagi tujuan pelancongan.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Oktober 2019
Bermanfaat
Bagikan
marlizaharahap menulis ulasan Agt 2019
Medan, Indonesia977 kontribusi34 penilaian bermanfaat
Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Museum ini berbentuk sebuah rumah tradisional Aceh (Rumoh Aceh) yang keberadaannya masih tetap dipertahankan dalam area halaman museum hingga saat ini. Bangunan berbahan dasar kayu ini berbentuk rumah panggung dengan sistem konstruksi pasak yang dapat dibongkar pasang secara fleksibel. Di Museum ini terdapat sebuah lonceng yang usianya telah mencapai 1400 tahun. Lonceng ini bernama 'Lonceng Cakra Donya' yang merupakkan hadiah dari Kaisar Cina dari Dinasti Ming kepada Sultan Pasai pada Abad Ke-15.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Mei 2019
Bermanfaat
Bagikan
anak rantau menulis ulasan Jun 2019
Banda Aceh, Indonesia114 kontribusi36 penilaian bermanfaat
Museum yang wajib dikunjunjungi di banda aceh untuk mengenal budaya aceh dan peninggalan serta perekmbangan banda aceh dari zaman ke zaman
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Juni 2019
1 Penilaian bermanfaat
Bermanfaat
Bagikan
Afrizal_net menulis ulasan Jul 2018
Aceh, Indonesia178 kontribusi174 penilaian bermanfaat
Jika ke banda aceh, tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi, banyak menyimpan benda-benda sejarah peninggalan kerajaan Aceh yang masih terawat dengan baik dan utuh. Museum Aceh juga sangat baik untuk wisata edukasi dan dokumentasi sejarah Aceh.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Desember 2017
1 Penilaian bermanfaat
Bermanfaat
Bagikan
LENNI5y menulis ulasan Jun 2018
Jakarta, Indonesia1.107 kontribusi68 penilaian bermanfaat
+1
Selasa, 26 Juni 2018 Rumoh Aceh Buka Selasa ~ Minggu, Senin Tutup Jam 08:30am ~ 12pm 12pm ~ 14 pm rest 14pm ~ 16 pm Tiket 3K Tapi tadi belum jam 16pm, bapak petugas sudah pulang naik motor. Pintu kayu masuk rumoh aceh, berbentuk tingkap, sudah dikunci gembok. Musholla rumah kayu & tempat wudhu bentuk panggung dibelakang. Pedagang berjualan diarea museum. Gedung Pusat Dokumentasi dan Informasi Data Aceh (PDIA), Kantin, Cenderamata, tepat didepan makam Raja Raja Aceh keturunan Bugis. Ada 4 Nama Raja Raja terpatri dibatu besar. 1.Sultan Alauddin Ahmad Syah (1727~1735) 2.Sultan Alauddin Johan Syah (1735~1760) 3.Sultan Muhammad Daud Syah (1874~1903) 4.Pocut Muhammad Makam lain dan meriam besar, disisi taman bagian lain.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Juni 2018
Bermanfaat
Bagikan
Sebelumnya
1234569
Tanya Jawab tentang Museum Negeri Aceh