Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Sea of Galilee

2.408 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.

Sea of Galilee

2.408 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.
2.408Ulasan29T&J
Peringkat dari wisatawan
  • 1.715
  • 507
  • 126
  • 35
  • 25
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
  • Lainnya
Penyaring yang dipilih
  • Saring
  • Indonesia
SiswantoKristy menulis ulasan Jan 2019
Yogyakarta, Indonesia112 kontribusi4 penilaian bermanfaat
+1
Setelah menikmati makan siang sajian ikan Petrus di The Pagoda dilanjutkan menikmati pemandangan danau Galilea. Sesungguhnya itu sebuah danau saja, tapi memang danau Galilea amatlah luas sekali yaaaaa silakan saja kalau ada yang menyebutnya Laut (Sea of Galilea). Airnya tawar (bukan air asin), jernih ada ikan tampak dari tepian danau. Angin kencang cukup membuat permukaan air berriak-riak. Wisatawan bisa naik perahu bermesin untuk menikmati indahnya danau Galiea. Diatas perahu mendengarkan lagu-lagu lokal bahkan ada lagu dari Indonesia juga, tambah seru crew perahu mengajak penumpang berjoget bersama. Tidak lupa berfoto-foto selfe ataupun bersasma-sama untuk kenangan. Di atas perahu kita bisa membeli cinderamata khas kalung dengan liontin dari batu asli danau galilea dihiasi pernik berbentuk salib, ikan dan sebagainya. Batunya halus agak kecoklatan dilapisi. bisa beli beberapa sekalian buat oleh-oleh saudara atau teman di tanah air. Teman saya senag sekali mendapatkan cinderamata kalung batu Danau galilea tersebut. Crew perahu juga memberikan semacam sertifikat sebagai kenangan wisatawan pernah berwisata berperahu di danau Galiea.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: September 2018
Bermanfaat
Bagikan
Fatimah A menulis ulasan Agt 2017
907 kontribusi107 penilaian bermanfaat
Kami mengunjungi danau ini sambil mendengar kisah-kisah nabi Isa yang pernah berada di sini. Orang Kristen percaya bahwa banyak mukjizat Nabi Isa berlaku di sini (berjalan di atas air, beri roti dan lain-lain).
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Juli 2017
Bermanfaat
Bagikan
Rinvan7378 menulis ulasan Jul 2017
Karawang, Indonesia789 kontribusi37 penilaian bermanfaat
+1
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia, Sea of Galilea diterjemahkan menjadi Danau Galilea, padahal tempat ini adalah Laut Galilea, yang merupakan Laut Air Tawar. Saya bisa mengunjungi tempat ini bersama rombongan tour ziarah, dan menyaksikan betapa luasnya laut ini. Kami naik replika perahu pada jaman Yesus dan menyeberangi danau, cuaca cukup berangin saat itu, dan agak dingin. Memang di laut ini sering terjadi angin kencang/badai. Sampai di seberang, kami makan siang di sebuah restaurant yang menyediakan menu "Ikan Petrus", yaitu ikan yang ditangkap oleh Petrus dan murid lainnya saat Yesus mengadakan mujizat. Ikan ini mirip dengan ikan mujair di Indonesia, dimasak dengan garam dan jeruk lemon. Disarankan membawa sambal sendiri, biar lebih enak. Perjalanan dengan Ancient Boat ini berakhir di kota Kapernaum, di mana Yesus banyak melakukan mujizat
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Maret 2017
Bermanfaat
Bagikan
Adrianus D menulis ulasan Okt 2016
Sengata, Indonesia150 kontribusi39 penilaian bermanfaat
Bayangan saya mengenai Danau Galilea adalah perairan yang biru, teduh dan tenang. Yang pertama dan kedua benar adanya, air danaunya berwarna biru bersih dan mendatangkan suasana teduh di hati ketika memandangnya. Namun yang ketiga, tidaklah demikian. Saya datang di pertengahan bulan Mei, sekitar jam 10 pagi. Angin yang cukup kuat sudah terasa sejak memasuki dermaga hendak naik ke perahu. Sampai di perahu, goyangan belum terasa, demikian pula sewaktu mulai meninggalkan dermaga. Namun sekitar 10 menit kemudian ketika agak ke tengah danau, angin bertambah kencang dan riak-riak air di permukaan air danau berubah menjadi gelombang yang semakin tinggi. Percikan air sebagian masuk ke kabin terbuka di geladak perahu. Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya angin ribut yang dulu membuat para murid ketakutan. Well, yang saya alami ini belum seberapa buruk, kata nahkoda perahu. Angin bisa bertiup jauh lebih kuat dan gelombang air danau bisa mencapai 1-2 meter. Pasti mabuk laut lah awak.... Sayang sekali kami tidak membawa pancing untuk mencoba menangkap ikan di danau Galilea ini. Sebab ikan Petrus yang terkenal itu, sudah menanti kami di restauran dekat dermaga...
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Mei 2016
Bermanfaat
Bagikan
MASDJOEM menulis ulasan Jun 2016
Semarang, Indonesia496 kontribusi46 penilaian bermanfaat
+1
Danau air tawar terbesar di Israel tersebut sedemikian luas, 166 km2, sehingga disebut juga sebagai Laut Galilea. Di tempat inilah dan di sekitarnya, Yesus memanggil murid murid pertamanya, dan memberikan pengajaranNya, serta melakukan berbagai mujizat, antara lain berjalan di atas air dan memberikan makan 5,000 orang dari lima potong roti dan dua ikan. Danau Galilea tetap memberikan mujizatnya sebagai sumber air minum bangsa Israel. Kondisi lingkungan sangat dijaga, tidak boleh untuk renang maupun mancing, dan tidak ada yang melanggarnya. Airnya sangat jernih, kebiruan. Salah satu atraksi menarik adalah adanya Museum Maritim dan layanan pesiar dengan menggunakan kapal kayu Galilea. Peziarah dari Indonesia cukup populer di wilayah tersebut, tak mengherankan beberapa crew kapal pun fasih dalam berbahasa Indonesia. Bahkan acara pembukanya diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan diiringi Lagu Indonesia Raya yang megah. Menyanyikan lagu kebangsaan di negeri orang sungguh memberikan nuansa tersendiri, rasanya pingin nangis, penuh sukur.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Mei 2016
Bermanfaat
Bagikan
Sebelumnya
Tanya Jawab tentang Sea of Galilee