Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.
Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Desa Sukarara

Peta
Satelit
Pembaruan peta dijeda. Perbesar tampilan untuk melihat informasi terbaru.
Atur ulang zoom
Memperbarui Peta...
Penyaring Anda masih aktif.
Tidak ada tanda di viewport Anda. Coba geser peta atau ubah penyaring Anda.
Dapatkan arah
Alamat: Lombok, Indonesia
Perbaiki daftar ini

Sorotan Pengulas TripAdvisor

Baca semua 58 ulasan
Penilaian pengunjung
  • 18
    Luar biasa
  • 16
    Sangat bagus
  • 17
    Rata-rata
  • 6
    Buruk
  • 1
    Sangat buruk
pelayanan yang baik dan harga agak mahal

kami berkunjung pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 lalu, kami dilayani dengan cukup baik oleh salah satu pemandu disana, istri saya sempat mencoba baju adat khas Lombok dan berfoto... selengkapnya

bintang 4 dari 5Diulas pada Oktober 28, 2015
Rachmat M
,
Jakarta, Indonesia
Tambahkan Foto Tulis Ulasan
Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia / Garuda arrow
AirAsia / Garuda
20 Point

58 Ulasan dari Komunitas TripAdvisor

Tanggal | Penilaian
  • Bahasa Indonesia terlebih dahulu
  • Inggris lebih dulu
  • Italia lebih dulu
  • Jerman lebih dulu
  • Prancis lebih dulu
  • Spanyol lebih dulu
  • Apa saja
  • Terbaru dalam bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia terlebih dahulu
Yogyakarta, Indonesia
2 ulasan
bintang 5 dari 5 Diulas 5 hari yang lalu BARU

Kemarin waktu saya datang ke artshop PANJI SARI di desa sukarara,saya disambut ramah tamah oleh gued wanita disana,taoi sayang harga songketnya mahal,terus pas saya coba lihat disekeling,supir gued gak tau ngomong apa sama pemilik artsop PANJI SARI,saya coba saja keluar dari sana,saya nyari songket,ternyata saya dapat lebih murah,5 kali lipat,dengan kualitas yang sama,mungkin sopir gued saya dapat komisi,soalnya pas saya... Lanjutan 

Bermanfaat?
Terima kasih karotoba03
Magelang, Indonesia
Kontributor Tingkat
27 ulasan
13 ulasan objek wisata
bintang 5 dari 5 Diulas 2 minggu yang lalu

Desa sukarare, sebuah desa kecil yang banyak menghasilkan tenunan khas Lombok, Desa seni yang bisa dijangkau dengan berbagai macam transportasi. Harga yang cukup murah dengan kwalitas tenun khas lombok yang halus dan indah

Bermanfaat?
Terima kasih Pakansi
Jakarta, Indonesia
Kontributor Tingkat
64 ulasan
22 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 14 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Desember 28, 2015

Sekitar 600 keluarga ada di desa ini dan setiap rumah memiliki alat tenun manual. Hasil tenun yang sudah jadi, kemudian ditampung di koperasi untuk kemudian dijual dan hasilnya juga kembali ke masyarakat. Pemandu kami mengajak untuk berkunjung ke beberapa rumah dan menyaksikan langsung bagaimana proses menenun yang bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Harga yang ditawarkan di koperasi juga beragam,... Lanjutan 

Bermanfaat?
Terima kasih EsKopyor
Jakarta, Indonesia
Kontributor Tingkat
6 ulasan
3 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 4 penilaian bermanfaat
bintang 4 dari 5 Diulas pada Oktober 28, 2015

kami berkunjung pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 lalu, kami dilayani dengan cukup baik oleh salah satu pemandu disana, istri saya sempat mencoba baju adat khas Lombok dan berfoto, dan kami sempat membeli beberapa kain yang menurut kami agak cukup mahal dan tas jinjing wanita yang ternyata dengan model dan motif yang sama harganya lebih murah diluar toko tersebut...

Bermanfaat?
3 Terima kasih Rachmat M
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Kontributor Tingkat
61 ulasan
38 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 12 penilaian bermanfaat
bintang 3 dari 5 Diulas pada Agustus 25, 2015 via perangkat selular

Gak masuk list pribadi tapi sama guide dianatar kesini. Katanya liat-liat kain sekalian nyoba baju dadrah. Baru sampai parkiran sudah disambut ramah sama pegawai. Gak ngerti mereka ngomong apa sama guide langsung kami disuruh masuk. Gak pakai lama kami dipakein baju adat sana. Kemudian disuruh didepan rumah daerah yang ada dihalaman parkir buat foto-foto. Semua free tanpa tarif lo.. Selesai... Lanjutan 

Bermanfaat?
1 Terima kasih arlintwit
Jenewa, Swiss
Kontributor Tingkat
3 ulasan
common_n_attraction_reviews_1bd8 3 penilaian bermanfaat
bintang 1 dari 5 Diulas pada Agustus 16, 2015

Mengunjungi toko Patuh ini hari Rabu, 5 Agustus 2015. Awalnya disambut dengan ramah oleh salah satu pemandu yang bertindak sebagai penjual yang menjelaskan cara menenun dan berpakaian tradisional. Sangat baik untuk kami dan juga anak remaja kami. Namun saat hendak membeli kain, harga yang ditawarkan berlebihan, yaitu 350 ribu/meter. Alasannya karena ini adalah koperasi dan harga sudah ditentukan bersama. Kami... Lanjutan 

Bermanfaat?
2 Terima kasih Priamajar
Surabaya, Indonesia
Kontributor Tingkat
385 ulasan
186 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 191 penilaian bermanfaat
bintang 3 dari 5 Diulas pada Agustus 3, 2015

tempat ini adalah toko kerajinan kain tenun, kita bisa melihat proses pembuatan dan bisa mencobanya. menurut ibu yang buat, satu lembar kain memakan waktu sebulan pengerjaannya. toko mereka menjual beberapa jenis kain tenun, sedikit mahal tetapi memang hasil kerajinan membutuhkan waktu dan skill. note: bisa foto2 dengan kain tenun di rumah adat sasak

Bermanfaat?
Terima kasih sugiphang
mataram
Kontributor Tingkat
6 ulasan
6 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 4 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Juni 23, 2015

datang kesini tak lengkap kalau tidak membeli oleh-oleh kain tenun sasak yang terkenal dengan motif rangrangnya.banyak pilihan warna "ngejreng" untuk orang terkasih.harga yang ditawarkan cukup ternjangkau.ada rupa ada harga..ada kualitas..

Bermanfaat?
Terima kasih AdiRahman
Kontributor Tingkat
15 ulasan
6 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 1 penilaian bermanfaat
bintang 4 dari 5 Diulas pada Mei 13, 2015

berkunjung dengan tamu tourist mancanengara, tempat ini menawarkan banyak sekali konter2 penjualan tenun sasak. harganya lebih murah, tetapi kualitas KW. jadi lumayan untung sech, kalau bawa tamu kesini

Bermanfaat?
Terima kasih Krisna H
Jakarta, Indonesia
Kontributor Tingkat
24 ulasan
3 ulasan objek wisata
common_n_attraction_reviews_1bd8 47 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Januari 18, 2015

saya dapat belajar menenun disana dan ada tour guide yg menerangkan ada pola rangrang yg zigzag dan songket. Juga ada cara menenun songket untuk laki2, melihat dari awal pembuatan songket, pola huruf dan benangnya dan jadinya seperti apa. Sebagai koperasi juga jadi menampung kain2 hasil buatan penduduk desa Sukarara. Harga kain songket kisaran 500ribu sampai 2.5 juta rupiah tergantung pola... Lanjutan 

Bermanfaat?
2 Terima kasih inge_bp

Wisatawan yang melihat Desa Sukarara juga melihat

 

Pernah Berkunjung ke Desa Sukarara? Ceritakan pengalaman Anda!

Dapatkan Poin dengan Mengungkapkan Opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 AirAsia BIG Point setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia / Garuda
20 Point
AirAsia / Garuda arrow
Tulis Ulasan Tambahkan Foto

Apakah Ini Daftar TripAdvisor Anda?

Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.

Klaim Daftar Anda

Tanya & Jawab:

Berikut pertanyaan yang diajukan pengunjung sebelumnya, dengan jawaban dari perwakilan Desa Sukarara dan pengunjung lain
1 pertanyaan
Ajukan pertanyaan
Ada pertanyaan? Dapatkan jawaban dari staf Desa Sukarara dan pengunjung terdahulu.
Panduan yang diposting
Pertanyaan yang sering diajukan:
  • Apakah saya harus membeli tiket untuk bayi saya?
  • Bagaimana cara menuju ke sana menggunakan transportasi umum?
  • Apakah terdapat restoran atau kafe di lokasi?