Institut Kebudayaan dan Konservasi Sumba
Institut Kebudayaan dan Konservasi Sumba
4
Tentang
Memenuhi pedoman kesejahteraan hewan
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini
Area
Alamat
Hubungi langsung

4.0
4,0 dari 5 lingkaran39 ulasan
Luar biasa
15
Sangat bagus
16
Biasa
6
Buruk
2
Sangat buruk
0

Anakindonesia25
12 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Mar 2018 • Keluarga
Selama berkeliling Pulau Sumba kami banyak diceritakan oleh pemandu wisata kami mengenai Pulau Sumba. Sebwlum balik ke Bandara, kami diantar menuju Pusat Kebudayaan Sumba, disini terdapat beberapa benda benda budaya Sumba. Ada juga pakaian yang terbuat dari serat kulit kayu yang digunakan oleh orang tua dulu. Ada seorang Bapak yang menjelaskan secara detail mengenai tempat ini.
Ditulis pada 31 Mei 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

muhammadarif989
Bandung, Indonesia415 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Apr 2017 • Teman
Salah satu pusat kebudayaan di tanah sumba, meski letaknya tidak terlulu jauh dari pusat kot,,disini terasa sangat kental akan budaya sumba,,baik rumah2nya mau pun kegiatan bertenun yg merupakan salah satu ciri khas budaya sumba
Ditulis pada 2 Februari 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

EkoWahyudi38
12 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Jun 2017 • Sendiri
Saya Sempatkan diri untuk berkunjung ke Pusat kebudayaan ini karena selama perjalanan saya di Sumba saya tidak pernah menemukan informasi budaya apapun di semua objek wisata yang ada. Jadi saya pikir ini adalah pusat informasi yang paling bagus buat saya.
Ketika saya tiba memang sangat ramai sekali karena ada pertemuan dan pemiliknya menyuruh untuk pulang untuk datang keesokan harinya karena mereka lagi sibuk. :(
Ditulis pada 19 Agustus 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

azunmashudi
30 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Mei 2016
tempatnya sepi dan jauh dari jalan raya, cocok buat traveler yang membutuhkan ketenangan.
banyak pilihan kamar. dormitory di tempat tradisional berdinding dan berlantai bambu serta beratap rumbia, sampai bangunan dinding dengan lantai keramik. semua ber-AC, sesuaikan aja dengan selera masing2.
penginapan ini juga terdapat museum barang2 adat Sumba, tp harus ijin dulu dengan pemiliknya apabila mau melihat kedalam.
pilihan yang bagus untuk menginap di Weetabula, Sumba Barat Daya
Ditulis pada 30 Juni 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Sella S
15 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Mei 2016
Setibanya kami di Sumba, langsung menuju ke Pusat Penelitian Sumba ini yang akan sekaligus jadi tempat kami menginap selama 2 hari kedepan, jaraknya cukup dekat dengan Bandara Tambolaka. Begitu memasuki area Pusat Penelitian Sumba ini sedikit berbeda karena tempatnya asri bangeettt, banyak pohon dan suasanya tenang banget. Kami disambut oleh Alfres & Rince, they're very welcome to us and they will accompany you during your lunch or dinner, they will tell you all stories about Sumba, and that's interesting ! And if you're lucky, you'll meet Fater Robert, he's so kind to us, Fater Robert selalu membantu kami selama menginap disana, saat kami mau ke Weekuri, dia langsung menghubungi kenalannya yang ada di daerah sana untuk mengecek apakah disana sedang pasang atau surut, wow ! He's so helpful .. Kamar tempat kami menginap juga sangat nyaman, disini menyewakan 5 atau 6 bungalow, dan 2 diantaranya bisa untuk 4 sampai 7 orang dalam 1 bungalow, semua kamar memiliki AC, kamar mandi didalam dan ada water heater juga ! Di setiap kamar disediakan mini bar yang sangat sederhana, kopi & teh untuk disedu sendiri .. Mereka menyediakan perlengkapan mandi seperti, handuk, sikat gigi, sabun, dll. And obviously, we will come back to stay at Pusat Penelitian Sumba in the next future !
Ditulis pada 9 Mei 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Dian P
Jakarta, Indonesia168 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Sep 2015 • Teman
Pertama kali dibawa ke sana oleh driver, langsung kagum dengan bangunannya. Lalu ketika Pater Teus dengan ramah menjelaskan apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana adat budaya Sumba, sembari menunjukkan benda-benda peninggalan kebudayaan yang mereka punya, jadi semakin kagum. Semoga ada lebih banyak lagi lembaga yang tertarik untuk melestarikan budaya.
Ditulis pada 26 September 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

aninouz
Jakarta, Indonesia42 kontribusi
2,0 dari 5 lingkaran
Jul 2015 • Teman
Inilah tempat wisata pertama yang saya kunjungi selama saya di sumba. Diantara kebun kelapa yang rapi dan rindang itu ada 2 rumah gaya sumba (atap tinggi) berhadapan yang diperuntukkan sebagai museum dan institut kebudayaan sumba. Disana kami mendapatkan penjelasan mengenai adat dan budaya di sumba oleh seorang guide yang sangat informatif. sebagai perhatian dilarang berfoto di dalam mueseum itu, juga diharapkan tidak membawa makanan/ minuman.
Ditulis pada 14 Agustus 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

florentinaworo
Jakarta, Indonesia43 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Jul 2015 • Teman
Sekitar satu setengah jam dari bandar udara di Tambolaka, pusat kebudayaan ini terletak di Weetabula, Sumba Barat Daya. Selain museum yang berisi benda-benda khas Sumba, di sini juga menyediakan bungalow untuk menginap. Staff pusat budaya Sumba sangag ramah, mereka akan menjelaskan apapun tentang Sumba. Beruntung jika bisa bertemu Pater Robert yang asli dari Kodi, beliau memiliki banyak cerita tentang Sumba. Beliau menjelaskan tentang Sumba dari barat ke Timur, menceritakan foto-foto yang terpasang di dinding, sejarah benda-benda di museum, sampai membaca simbol di pilar.
Ditulis pada 4 Agustus 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Yulitha
Medan, Indonesia122 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Mar 2015 • Teman
Begitu memasuki lokasi akan terlihat 2 bangunan besar berbentuk rumah tradisional Sumba di kanan dan kiri. Bangunan sebelah kanan adalah museum sedangkan sebelah kiri kantor merangkap tempat tinggal Pastor Robert Ramone yang mengelola tempat ini, dibantu oleh beberapa orang penduduk lokal. Di bagian belakang terdapat 4 bangunan yang merupakan kamar bagi tamu dan beberapa bangunan lain untuk tempat tinggal pengelola. Tiap kamar tamu dapat menampung 4 orang dengan fasilitas kamar mandi dan air panas serta AC. Cukup bersih dan nyaman. Semua kamar menghadap halaman tengah yang berumput. Sementara diantara museum dan kantor terdapat pelataran yang dapat digunakan untuk pertunjukan, memanfaatkan tangga museum dan kantor sebagai tempat duduk. Sekeliling lokasi dipenuhi pohon kelapa, hanya ada 1-2 rumah penduduk dan beberapa diantaranya masih berbentuk tradisional.
Tahun ini yayasan yang dikelola Pastor Robert mengadakan paket wisata untuk melihat festival Pasola, sebuah acara tradisi yang rutin diadakan tiap tahun. Paket sudah lengkap dengan akomodasi dan transportasi sehingga kami pun menginap di kamar tamu tersebut. Sangat menyenangkan tinggal di tempat ini. Semua orang ramah dan membantu dengan senang hati, bahkan saat kami ingin melihat tenun dari Sumba Timur, mereka khusus memanggilnya dari kota Waingapu. Saat kami ingin makan durian, mereka membelikannya di pasar. Benar-benar menunjukkan keramahan dan kekayaan Sumba. Tentang rasa masakannya, tidak mengecewakan apalagi sambalnya pasti jadi favorit. Kelapa muda sebagai welcome drink tidak akan terlupakan kenikmatannya.
Dapat terlihat jelas usaha mereka memperkenalkan dan menjaga budaya Sumba dengan membangun museum dan mendidik penduduk lokal untuk aktif terlibat di kegiatan yayasan. Hal ini bukan saja membantu pelestarian budaya tapi kehidupan ekonomi masyarakat terbantu dan pikiran mereka terbuka untuk kemajuan.
Koleksi museum pun lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat Sumba dan mereka melengkapinya dengan suvenir yang cukup baik kualitasnya.
Ditulis pada 18 Mei 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

ardnas_20
Jakarta, Indonesia139 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Feb 2015 • Teman
Jika anda putus asa mencari oleh-oleh di seluruh pelosok Sumba, ada baiknya mampir ke sini. Selain untuk belajar atau sekedar tahu mengenai kebudayaan, adat, dan warisan leluhur Sumba, di tempat ini juga menyediakan informasi pariwisata Sumba dan tentunya pernak-pernik oleh-oleh. Dan meskipun terletak di Sumba Barat Daya, informasi yang dibagikan di tempat ini mecakup seluruh wilayah Sumba termasuk Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan tentunya Sumba Barat Daya.
Masuk ke tempat ini, anda wajib mengisi buku tamu dan menyisipkan beberapa lembar uang sumbangan untuk kemajuan pembangunan.
Ditulis pada 8 Mei 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Menampilkan 1-10 dari 22 hasil
Apakah ini daftar Tripadvisor Anda?
Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.
Klaim daftar Anda

Institut Kebudayaan dan Konservasi Sumba (Indonesia) - Review - Tripadvisor

Semua Hotel di SumbaPenawaran Hotel di SumbaHotel yang Dapat Dipesan Mendadak di Sumba
Semua hal yang dapat dilakukan di Sumba
RestoranPenerbanganCerita WisataKapal Pesiar