Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Teras Cikapundung

67 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.

Teras Cikapundung

67 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.
67Ulasan0T&J
Peringkat dari wisatawan
  • 16
  • 35
  • 14
  • 1
  • 1
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
Penyaring yang dipilih
  • Saring
  • Indonesia
Maria Fung menulis ulasan Nov 2019
Jakarta, Indonesia6 kontribusi
awal dibuka sih cantik, bersih air sungainya, trakhir lwt wuihh surut bgt air sungainya dan super kotor. please lebih disorot dan dirawat lagi. biar ga sia2 buang2 uang untuk buat sungai ini jd cantik
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Oktober 2019
Bermanfaat
Bagikan
Wida Maharani menulis ulasan Sep 2019
15 kontribusi
Tidak di pungut biaya apapun untuk masuk ke dalam. Tapi bayar jika ingin naik ke perahu untuk keliling di sungainya. Ada pedangan asongan yang jual minuman, jagung bakar, roti dan makanan lainnya dengan kisaran harga 5000 sampai 20.000. Cocok buat jalan-jalan sama keluarga di pagi hari, karena kalau siang panas.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Oktober 2018
Bermanfaat
Bagikan
Richard Leong menulis ulasan Sep 2019
Bekasi, Indonesia705 kontribusi55 penilaian bermanfaat
+1
Teras Cikapundung ini bukti kerja Pemkot Bandung merevitalisasi tempat - tempat yang tadinya kumuh menjadi indah untuk dikunjungi dan pastinya untuk ber-selfie-ria. Dapat diakses melalui angkot membuatnua semakin mudah dikunjungi oleh para pengunjung. Desainnya artistik sekali mulai dari pintu masuk sampai dengan kolam ikan, termasuk air mancur. Tetapi sayang banget gw dateng ke sini pas siang - siang di musim kemarau pula, jadi sungainya sedang surut dan panasnya menyengat banget bahkan pepohonan di atas juga banyak yang kering. Di sini juga ada saung yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai, tempat reflexy ikan, dan pastinya warung - warung makan.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: September 2019
Bermanfaat
Bagikan
Herbert M menulis ulasan Jul 2019
bandung55 kontribusi3 penilaian bermanfaat
Cocok tempat santai, tempat foto, daerahnya sangat cocok berfoto bersama, ini sungai yang dipercantik jdi bagus ya.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: April 2019
Bermanfaat
Bagikan
Rizalyas Mikhail menulis ulasan Jun 2019
Jakarta, Indonesia898 kontribusi232 penilaian bermanfaat
+1
Kalo kamu baru liat Teras Cikapundung baru-baru ini, pasti kegamumanmu membuncah. Tapii, kalo kamu tau Teras Cikapundung ini dari dulunya belum rame kayak sekarang, waah pasti bukan membuncah lagi tapi udah tumpe-tumpe hehe. Saya ingat ketika masih berdomisili di Bandung, tempat ini hanyalah bantaran sampah! Ya! Gak nyangka kan? Bantaran sampah di bantaran Sungai Cikapundung yang sangat jorok dan tidak sehat, mencemari daerah aliran sungan. Tapi dengan kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum dengan Pemkot Bandung kala itu, lahirlah sebuah mahakarya yang 'nyeni' dan nyaman untuk dikunjungi. Di ulasan lain memang sudah banyak puja-puji ya, tapi saya mau angkat mengenai perawatan yang menjadi masalah klasik di Indonesia. Ketika saya berkunjung di malam hari, tepatnya sekitar setengah 8 malam, tempat ini menurut saya terlalu gelap. Padahal posisinya saya bersama rombongan yang membawa anak kecil. Beberapa lampu seperti padam. Namun, seharusnya dengan jam operasional yang sampai jam 8 malam, saya tentu berharap lebih, minimal kami dapat berfoto-foto sejenak di banyak ragam instalasinya. Hal lain yang dapat dilakukan disini yaa menikmati aliran airr dengan suara gemericiknya di amphiteaternya. Saya juga tertarik dengan sarana raftingnya. Wah, kayanya kalo dateng pagi ato sore enak kali ya. Selanjutnya, saya mungkin akan berkunjung kemari di waktu yang lebih baik. Ya, saya sarankan sih berkunjungnya jangan kemaleman kakaks! karena gelap, sulit foto-foto ataupun menikmati pemandangan yang menyejukkan. namun bagaimanapun begitupun, saya tetap salut dengan perombakan yang terjadi disini dimana saya tau bagaimana sejarah tempat ini dulunya. Urang pikanyaah Cikapundung nuu Agung! Saya cinta Cikapundung yang hebat!
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Juli 2018
2 Penilaian bermanfaat
Bermanfaat
Bagikan
Sebelumnya