Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Jalan Braga

Bandung, Indonesia
+62 813-2003-7595
Situs Web
Simpan
Sorotan Ulasan
Syahdu dan Nostalgis

Selalu timbul kesan tersendiri setiap berkesempatan berjalan kaki di jalan ini, bahkan bagi warga... selengkapnya

Diulas 1 minggu yang lalu
Salsabila Putri P
via perangkat selular
legiannya bandung

disini seru banget, berasa liburan aja kalau disini selalu rame , makin malem makin rame, banyak... selengkapnya

Diulas 2 minggu yang lalu
Juliana putri m
Baca ke-1.639 ulasan
Peta
Satelit
Pembaruan peta dijeda. Perbesar tampilan untuk melihat informasi terbaru.
Atur ulang zoom
Memperbarui Peta...
Ikhtisar
Selengkapnya
Melintasi Jalan Braga seolah melintasi kembali sejarah yang menyertai perkembangan kota Bandung. Bangunan-bangunan kuno masih bisa dilihat di kiri-kanannya. Jalan yang sebelumnya beraspal, kini sudah dilapisi dengan batu andesit. Katanya, ini sebagai salah satu upaya pemerintah kota Bandung untuk menghidupkan “kembali” jalan sepanjang 600 meter dan lebar 7,5 meter ini menjadi kawasan wisata. Kembali? Ya, karena pada masa penjajahan Belanda dulu, Jalan Braga pernah tercatat sebagai jalan yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan dan tempat bersosialisasi yang ramai.Secara singkat, sejarah Jalan Braga bisa dijelaskan dalam tiga tahap berikut:Pertama, ambisi Gubernur Jenderal H.W. Daendles (1801 – 1811) untuk membangun Jalan Raya Pos yang membentang 1.000 kilometer dari Anyer hingga ke Panarukan. Sebagian dari Jalan Raya Pos ini yang menjadi cikal bakal Jl. Jend. Sudirman – Jl. Asia Afrika – Jl. Ahmad Yani di kota Bandung.Kedua, kondisi kas Belanda yang terkuras akibat Perang Diponegoro (1825 – 1830) serta perang-perang perlawanan lainnya, membuat pemerintahan kolonial memberlakukan Politik Tanam Paksa (cultuurstelsel) dari tahun 1831 – 1870. Kopi, sebagai salah satu hasil bumi dari tanah Priyangan, harus dikirimkan ke tempat pengemasan bernama Koffie Pakhuis yang berada kira-kira satu kilometer di sebelah utara Jalan Raya PosKetiga, pengiriman kopi itu dilakukan dengan melintasi jalan setapak berlumpur yang biasanya hanya dilewati pedati yang ditarik kuda. Jalan setapak ini dikenal dengan nama Pedati Weg atau Jalan Pedati.Jalan ini lambat laun berkembang menjadi tempat pemukiman penduduk. Pada tahun 1974, mulai terdapat enam hingga tujuh rumah permanen yang diselingi warung-warung beratap rumbia. Jalan Pedati inilah yang kemudian berkembang menjadi Jalan Braga yang sekarang ada di kota Bandung.Masa jaya Jalan Braga sebagai tempat berkumpul dan pusat perbelanjaan yang ramai dimulai pada tahun 1920 hingga dimulainya masa pendudukan Jepang pada tahun 1942. Banyak pengusaha yang memindahkan tempat usahanya ke jalan ini. Ada juga yang membuka cabang bisnisnya di jalan ini. Dulu, arloji buat Swiss yang terkenal itu hanya bisa diperoleh di Toko Stocker yang ada di jalan ini. Toko-toko pakaian yang menyediakan mode terbaru dari Perancis juga pernah ada di sini. Di tempat ini juga, perusahaan Fuchs & Rens menjual mobil-mobil keluaran terbaru buatan Eropa. Para pengusaha kaya Preanger Planters pun menjadikan jalan ini sebagai tempat bersosialisasi.Asal-usul nama “braga” sendiri masih simpang siur. Ada yang mengatakan kalau “braga” berasal dari nama Theotila Braga (1834 – 1924) seorang penulis naskah drama. Di kawasan ini memang pernah bermarkas perkumpulan drama bangsa Belanda yang didirikan pada tanggal 18 Juni 1882 oleh Peter Sijthot, seorang Asisten Residen. Ada juga yang mengatakan kalau “braga” berasal dari kata “bragi”, nama dewa puisi dalam mitologi bangsa Jerman. Sementara ahli sastra Sunda mengatakan kalau “baraga” merujuk pada jalan di tepi sungai. Dan memang, Jalan Braga ini terletak di tepi Sungai Cikapundung.Dengan melintasi Jalan Braga, semoga memberikan secuplik sejarah kepada pengunjungnya.
  • Luar biasa26%
  • Sangat bagus46%
  • Rata-rata23%
  • Buruk4%
  • Sangat buruk1%
LOKASI
Bandung, Indonesia
KONTAK
Situs Web
+62 813-2003-7595
Tulis Ulasan
Tanda Panah AirAsia/Garuda
5 mil
Tanda Panah AirAsia/Garuda
Ulasan (1.639)
Peringkat dari wisatawan
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
  • Bahasa lainnya
Saring

1-10 dari 1.169 ulasan

Diulas 1 minggu yang lalu via perangkat selular

Selalu timbul kesan tersendiri setiap berkesempatan berjalan kaki di jalan ini, bahkan bagi warga asli Bandung sekalipun. Suasana syahdu meski jalan seringkali macet, terutama di sore dan malam hari.

Terima kasih Salsabila Putri P
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 2 minggu yang lalu

disini seru banget, berasa liburan aja kalau disini selalu rame , makin malem makin rame, banyak pub buat nongkrong-nongkrong. pokonya seru !

Terima kasih Juliana putri m
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 2 minggu yang lalu via perangkat selular

Bagus untuk foto foto buat instagram. Banyak tempat makan yang cozy. Paling seru kalau ada car free night.

Terima kasih Bonny R
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Lihat ulasan lainnya
Diulas 2 minggu yang lalu via perangkat selular

Layaknya jalan kayoetangan di malang dan jalan malioboro di jogja maka jalan braga ini termasuk jalan legendaris di pulau jawa atau bahkan di indonesia Jalan braga ini lah cikal bakal kota bandung dapat sebutan paris van java atau kota kembang Napak tilas lah di jalan...Selengkapnya

Terima kasih Ricky G
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 3 minggu yang lalu via perangkat selular

Cocok untuk foto-foto disini. Malam hari juga cocok untuk foto disini, banyak bangunan lama yang fotogenik, jalan bersejarah di kota Bandung.

Terima kasih teti m
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas 3 minggu yang lalu

Jika mengunjungi Bandung, singgah ke jalan braga karena tempatnya yang epic. Dan cocok untuk tempat berlibur bersama teman atau keluarga

Terima kasih annisa r
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 12, 2018 via perangkat selular

Suasana bandung di malam hari itu gokil banget! Waktu itu saya dan teman2 sedang pergi ke bandung dari bekasi. Karena bandung terkenal dengan jalan braga dan sekitarnya yaitu asia afrika,kami pun memutuskan untuk kesana. Sesampainya disana,amazing! Berbeda dengan kota kota yang lainnya,pokoknya jalan braga ini...Selengkapnya

Terima kasih RaihanFirdaus
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 9, 2018 via perangkat selular

Jalan Braga adalah salah satu icon kota Bandung Icon ini sangat terkenal bagi para turis lokal khususnya Sayang di icon ini masih adanya pengamen yang cendrung sedikit memaksa kepada pengunjung sehingga menggangu kenyamanan saat nongkrong dan hal ini yang harus di improve oleh pemerintah kota...Selengkapnya

Terima kasih Aznan A
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 6, 2018

Salah satu nama jalan yang sangat dikenal dan dicari oleh banyak wisatawan dari berbagai negara.. DI jl.braga ini anda bisa berfoto-foto, dikarenakan view nya yang unik.. Bagi anda yang sangat gemar dengan seni, disini banyak seniman lukis yang menjual hasil karya nya..

Terima kasih Zatura T
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Diulas Maret 6, 2018

tempat nongkinya anak muda gaol nya bandung cuiiiii.. jalanannya sempit, banyak resto, cafe, toko lukisan gitu kaannn jadi rameee parkirnya, akhirnya walaupun sistem one way disana tetep aja macyetttt.. tapi emang sepanjang jalanan braga ala ala tempo dulu gituh cui..

Terima kasih 10vhsak2
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota TripAdvisor, bukan dari TripAdvisor LLC.
Terdekat
Hotel TerdekatLihat ke-233 hotel di Bandung
Kedaton Hotel
48 ulasan
0,17 km
eL Royale Hotel Bandung
578 ulasan
0,23 km
favehotel Braga
854 ulasan
0,28 km
Aston Braga Hotel & Residence
1.184 ulasan
0,32 km
Restoran Terdekat
Wiki Koffie
74 ulasan
0,19 km
Braga Art Cafe
57 ulasan
0,29 km
Barata Coffee Shop
5 ulasan
0,27 km
Bandung Suki
43 ulasan
0,29 km
Objek Wisata Terdekat
Katedral Santo Petrus
171 ulasan
0,27 km
Mesjid Raya Bandung
528 ulasan
0,77 km
Museum Konferensi Asia Afrika
374 ulasan
0,76 km
Ajukan pertanyaan
Tanya & Jawab:
Fany R
Desember 10, 2016|
JawabanTampilkan semua 2 jawaban
Tanggapan dari Joni D | Mengulas properti ini |
Ke bandara memang hanya ada Primajasa dan lamanya hampir sama.
0
Penilaian