Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web Tripadvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.

Istana Puri Saren

988 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.

Istana Puri Saren

988 Ulasan
Maaf, tidak ada tur atau aktivitas yang dapat dipesan secara online pada tanggal yang dipilih. Pilih tanggal lain.
988Ulasan5T&J
Peringkat dari wisatawan
  • 185
  • 384
  • 353
  • 55
  • 11
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
Bahasa
  • Lainnya
Penyaring yang dipilih
  • Saring
  • Indonesia
Shinlie menulis ulasan Mei 2019
Palembang, Indonesia151 kontribusi9 penilaian bermanfaat
Salah satu peninggalan para raja ubud yang masih terawat dengan baik dan sangat menarik sekali melihat bangunan istana
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Agustus 2018
Bermanfaat
Bagikan
zeneqy menulis ulasan Nov 2018
Jakarta, Indonesia503 kontribusi29 penilaian bermanfaat
Jalan-jalan ke Bali, saya sudah lihat Pura, Gunung, Danau, Pantai, Sungai, Air terjun dan Pasar. Dan, ternyata, saya juga sudah berkunjung ke Istana. Beberapa kali malah. Tapi, belakangan saya baru sadar bangunan megah itu bukan pura, melainkan Istana. Pantas saja, di sini pengunjung bebas masuk tanpa perlu pakai sarung. Sementara, di lain waktu teman saya yang mengira sebuah pura adalah museum, harus merasakan diomeli, karena masuk pura tak pakai sarung. Pada intinya saya ini dan teman saya itu kurang menyadari pentingnya ilmu sejarah. Misal, Istana yang indah ini tentu menyimpan sejarah panjang. Dibangun pada abad ke-16 oleh raja Ubud waktu itu yaitu Tjokorda Ida Putu Kandel. Sekarang, Istana ini dimanfaatkan untuk pelestarian pusaka/benda bersejarah. Jadi, misal kita lihat ukiran, atau patung yang ada di lingkungan Istana, itu nilai historisnya tak terhingga. Selain pelestarian benda, Istana dimanfaatkan untuk pelestarian budaya. Yaitu setiap malam pukul 19:30 akan diadakan pertunjukkan tari. Tiket langsung bisa dibeli di lokasi. Setiap malam dipertunjukkan jenis tarian yang berbeda. Senin tari Legong, Selasa Tarian Ramayana Ballet, Rabu tari Legong dan Barong, Kamis tari Legong, Jumat tari Barong dan Keris kemudian hari Sabtu anda disuguhi tarian Legong. Informasi ini saya comot dari internet. Mengenai jenis pertunjukkan, agar lebih pasti silahkan tanyakan langsung di lokasi.
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Desember 2017
Bermanfaat
Bagikan
Ruffiole menulis ulasan Apr 2018
Kendari, Indonesia928 kontribusi102 penilaian bermanfaat
istananya benar-benar dibangun secara alami dan menava, semua masih terawat , taman-taman yang tertata indah dan sangat terawat semuanya .
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: April 2018
Bermanfaat
Bagikan
Herman Syah menulis ulasan Des 2017
Medan, Indonesia145 kontribusi85 penilaian bermanfaat
Tempat ini merupakan peninggalan sejarah raja ubud. Purinya lumayan megah dan meyimpan kekayaan akan seni arsitektur
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: Oktober 2017
1 Penilaian bermanfaat
Bermanfaat
Bagikan
Maztommy menulis ulasan Mar 2017
Jakarta, Indonesia24 kontribusi12 penilaian bermanfaat
Berkunjung ke istana ini, seolah melemparkan kita ke masa silam, seakan-akan kita berada di era Kerajaan Ubud. Kondisinya pun masih sangat terawat. Untuk mencapai lokasi ini, tidaklah sulit, karena berada di sebelah Pasar Seni Ubud
Selengkapnya
Tanggal pengalaman: September 2016
Bermanfaat
Bagikan
Sebelumnya
Tanya Jawab tentang Istana Puri Saren