Tempat kediaman Jim Thompson
Tempat kediaman Jim Thompson
4.5
10:00-17:00
Senin
10:00 - 17:00
Selasa
10:00 - 17:00
Rabu
10:00 - 17:00
Kamis
10:00 - 17:00
Jumat
10:00 - 17:00
Sabtu
10:00 - 17:00
Minggu
10:00 - 17:00
Tentang
Durasi: 1-2 jam
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini
Apa itu Terbaik dari Travellers' Choice?
Penghargaan ini adalah pengakuan tertinggi kami dan diberikan setiap tahun kepada properti Terbaik di Tripadvisor, yaitu properti yang mendapatkan ulasan luar biasa dari wisatawan dan termasuk dalam 1% properti terbaik di dunia.
Area
Alamat
Kawasan: Pathum Wan
Cara mencapai lokasi
  • National Stadium • berjarak 5 menit berjalan kaki
  • Ratchadamri • berjarak 6 menit berjalan kaki
Hubungi langsung

4.5
4,5 dari 5 lingkaran14.461 ulasan
Luar biasa
7.327
Sangat bagus
5.181
Biasa
1.557
Buruk
273
Sangat buruk
123

noviwre
Makassar, Indonesia16 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Jul 2018 • Keluarga
Tempat kediaman Jim Thompson ini penuh dengan kisah manisnya Mr. Jim Thompson yang jatuh cinta dengan Thailand , sehingga membangun berbagai fasilitas di sekitar tempat permukimannya, tetapi hilang secara tragis saat berkunjung ke Malaysia. Tempat berkunjung yang sangat teratur karena sudah diatper kelompok yang akan memasuki rumah (museum ) tersebut dengan para guide yang cantik dan ramah serta dapat bercerita dengan sangat fasih tentang tempat wisata tersebut
Ditulis pada 31 Agustus 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Syamsul Irfan
Makassar, Indonesia392 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Jul 2018 • Sendiri
Merupakan bangunan pengusaha sutera asal Amerika yang ada di Bangkok yang saat ini sudah dijadikan sebagai obyek wisata. Di sini pengunjung bisa melihat cara pembuatan sutera dan juga terdapat display hasil karya sutera yang bisa dibeli pengunjung di toko souvernir.
Ditulis pada 11 Juli 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Kikindah
17 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Jul 2017 • Teman
Tempat ini adalah rumah yang dijadikan museum. Rumah yang terbuat dari rumah kayu. Di bagian depan rumah tersebut kita ditunjukan bagaimana proses pembuatan sutra. Dan saat masuk ke dalam, kita dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang tour guide yang berbahasa inggris/mandarin. Saat memasuki rumah, alas kaki harus dilepas dan tas di simpan di loker. Tidak boleh merekam saat berada di dalam rumah. Di dalamnya ada restoran dan tempat belanja oleh-oleh juga. Sangat menarik untuk yang menyukai cerita sejarah.
Ditulis pada 7 Juni 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

nezhzubir
379 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Des 2017 • Teman
Sebuah museum yang menurut saya unik. Disediakan tour guide dengan berbagai bahasa. Seperti bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Jerman, dan beberapa bahasa yang lain. Tour guide yang ramah membawa kita menelusuri rumah yang dibangun oleh Jim Thompson yang bernilai seni. Tapi sayangnya tidak boleh mengambil foto.
Ditulis pada 17 Desember 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Anak M
jakarta559 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Mar 2017 • Teman
Ini merupakan museum yang dibuat oleh warga negara asing yang cinta akan kebudayaan Thai kuno sehingga kita dapat mengenal budaya kuno Thai terutama untuk bangunan dan sutra yang begitu indah serta mempesona.
Konon kabarnya Jim Thompson
Ditulis pada 4 Desember 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

dammer_thetraveler
Jakarta, Indonesia3.566 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Nov 2017 • Sendiri
Saya sangat suka dan puas berkunjung kesini. Ditemani oleh pemandu setiap pengunjung akan diajak berkeliling melihat-lihat bekas kediaman WN Amerika yang jatuh cinta dengan Thailand. Anda akan banyak mendapat wawasan tentang kain sutra tradisional Thailand yang dikembangkan oleh mendiang.
Jim Thomson sendiri kabarnya hilang misterius di Cameron Highlands, Malaysia namun jasa tetap dikenang warga Siam.
Untuk berkunjung ke sini tidaklah sulit. Cukup naik waterway turun di Hua Chang lalu melanjutkan berjalan kaki 400 meter atau kalo mau simpel naik BTS turun di stasiun National Stadium lalu exit 1. Susuri jalan Soi Kasemsan 2 nanti anda akan menemukan museum ini ada di sebelah kiri.
Ditulis pada 16 November 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Delapanmay
Jakarta, Indonesia32 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Apr 2017 • Bisnis
Pada saat ke Jim Thomson saya hanya sempat makan siang saja, diakarenakan jadwal yang padat, saya ke tempat ini bersama dengan rekan-rekan bisnis. Makanan di restaurantnya semua enak dengan menu khas Thailand. Jika kembali ke Thailand saya akan kembali lagi dan menyempatkan diri mengunjungi museumnya juga.
Ditulis pada 11 Oktober 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

vivimahesa
Bandar Lampung, Indonesia58 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Okt 2016 • Pasangan
Rumah ini dijadikan museum. Kesini harus dipandu sama pemandu yg telah disediakan di tempat. Bagus2 isi museum nya dan tidak di ijinkan membawa kamera atau memotret disana.
Ditulis pada 5 September 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Roswita A
Bandung, Indonesia101 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Nov 2016
Jim Thompson adalah warga negara Amerika yang jatuh cinta pada Thailand dan tinggal menetap di sana sampai pada akhirnya menghilang tanpa jejak di Malaysia. Jim Thompson mengembangkan bisnis sutra di Thailand, yang masih terus berjalan sampai sekarang. Awalnya cukup sulit menemukan rumah Jim Thompson ini. Kami sempat berputar-putar setelah turun dari BTS National Stadium. Ternyata posisinya tidak terlalu jauh dari sana, agak masuk lagi ke sebuah jalan kecil.
Kami mendaftar untuk tour dalam bahasa Inggris (tersedia pilihan tour dalam beberapa bahasa, untuk itu kami dibagi menjadi kelompok sesuai pilihan bahasa). Kami diajak berputar mengelilingi rumah Jim Thompson, dan melihat koleksi benda antiknya. Tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam rumah (sayang sekali karena semua koleksinya menakjubkan).
Tidak menyesal pergi ke sini. Kalau Anda punya cukup waktu, mengunjungk tempat ini sebaiknya masuk ke dalam list Anda.
Ditulis pada 31 Maret 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

BudiPrasetyo14
York, ME124 kontribusi
4,0 dari 5 lingkaran
Mar 2017 • Pasangan
Salah satu tempat yang menurut para traveler harus dikunjungi adalah Jim Thompson House. Museum dan Sekaligus Gift Shops yang juga menjual segala macam benda yang berhubungan dengan kain di Thailand. Ditempat ini kita tidak diperkenankan untuk mengambil foto.
Ditulis pada 22 Maret 2017
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Menampilkan 1-10 dari 4.369 hasil
Apakah ini daftar Tripadvisor Anda?
Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.
Klaim daftar Anda

Tempat kediaman Jim Thompson (Bangkok, Thailand) - Review - Tripadvisor

Tanya Jawab tentang Tempat kediaman Jim Thompson


Restoran di dekat Tempat kediaman Jim Thompson: Lihat semua restoran di dekat Tempat kediaman Jim Thompson di Tripadvisor


Semua Hotel di BangkokPenawaran Hotel di BangkokHotel yang Dapat Dipesan Mendadak di Bangkok
Semua hal yang dapat dilakukan di Bangkok
Taman Hiburan di Bangkok
RestoranPenerbanganCerita WisataKapal Pesiar