Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Simpan
Bagikan
Sorotan Ulasan
Explore baduy dalam

Sebuah kehidupan sederhana yang di lihatkan mereka kepada kita. Mereka tetap kuat mempertahankan... selengkapnya

Diulas pada 7 September 2018
bantam t
via perangkat selular
Menjaga Tradisi

Baduy dalam terdiri dari tiga kampung: Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Sebenarnya ada banyak... selengkapnya

Diulas pada 24 Juli 2018
alnurdin
,
Jakarta, Indonesia
Baca ke-29 ulasan
107
Semua foto (107)
Tampilan layar penuh
Ikhtisar Wisatawan
  • Luar biasa70%
  • Sangat bagus27%
  • Rata-rata0%
  • Buruk3%
  • Sangat buruk0%
Tentang
Kontak
Cikesik Village, Indonesia
Ulasan (29)
Saring ulasan
21 hasil
Peringkat dari wisatawan
13
7
0
1
0
Jenis wisatawan
Bulan tertentu
BahasaIndonesia
13
7
0
1
0
Lihat opini wisatawan:
SaringBahasa Indonesia
Memperbarui daftar...
1-10 dari 21 ulasan
Diulas 7 September 2018 via perangkat selular

Sebuah kehidupan sederhana yang di lihatkan mereka kepada kita. Mereka tetap kuat mempertahankan budaya leluhur meski jaman kian modern tapi budaya leluhur tak luntur olehnya Merasakan hidup tanpa listrik ,tanpa gadget dan semua kegiatan mck di sungai sangat menarik sekali. Air nya yang bersih dan...Selengkapnya

Terima kasih bantam t
Diulas 24 Juli 2018

Baduy dalam terdiri dari tiga kampung: Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Sebenarnya ada banyak pintu masuk ke Baduy Dalam. Kalau fisik kamu masih kuat dapat memilih jalan masuk utama melalui Ciboleger. jalan ini memiliki keuntungan karena melalui beberapa kampung luar seperti Kampung Kadu Ketug dan Gajeboh,...Selengkapnya

1  Terima kasih alnurdin
Diulas 12 Januari 2018 via perangkat selular

Jalan di daerah baduy dalam sangat menyenangkan , masyarakat masih bertahan dengan tradisi_tradisi nenek leluhur

1  Terima kasih sarahlarkin
Diulas 11 Desember 2017

Perjalanan berat? ya (menurut saya) terbayar? SANGAT! berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian pribahasa ini mungkin tepat mendeskripsikan perjalanan saya di liburan kali ini, Baduy! saya jatuh cinta dengan tempat ini dari berbagai aspek yang saya temukan disana kearifan lokal, suku, budaya, bahasa,...Selengkapnya

2  Terima kasih Hotelvid
Diulas 21 September 2017

negara diatas negara, sahabat alam yang mash menjunjung tinge kerrigan lokal. tanpa alas kaki, tanpa alat komunikasi, tanpa bahan kimia. keramahan dan ketradisionalan masyarakat baduy dalam membuat hati ingin selalu kembali kembali dan kembali ke baduy

Terima kasih erfan t
Diulas 4 September 2017

Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan penduduknya, menuju cikeusik (salah satu kampung di Baduy Dalam) point terdekatnya dari Cijahe, karena dari sini kita bisa sampai lebih cepat (-+ 1 jaman) jalan kaki, dibanding dari ciboleger (kampung wisata).meniti 2 jembatan bambu dan 2 sungai...Selengkapnya

Terima kasih shaldua
Diulas 10 Maret 2017 via perangkat selular

Saat kita tiba di desa Cikesik yaitu desa Baduy Dalam, terbagi 3 area yaitu Luar Baduy (suku non Baduy), Baduy Luar (Suku Baduy yg sudah memakai tekhnologi),Baduy Dalam (suku yg sesuai ketentuan adat tidak boleh memakai apapun bentuk tekhnologi). Yang menarik saat kesini, kita tidak...Selengkapnya

Terima kasih LEeya29
Diulas 23 Oktober 2016 via perangkat selular

Mengenal alam dan adat istiadat penduduk baduy dalam mengajarkan kita tentang kerendahan hati. Menuju kemari tidaklah sulit. Naik kereta tujuan rangkasbitung dilanjut naik angkot menuju terminal aweh. Selanjutnya naik elf menuju ciboleger. Disini pintu masuk menuju baduy.

1  Terima kasih Stiaya
Diulas 9 Juli 2016 via perangkat selular

Di baduy kita akan belajar arti dari menjaga alam, datang lah pada ahir2 tahun untuk para penggemar durian.

Terima kasih Dekky K
Diulas 18 Juni 2016

Berkunjung bulan April 2016 sangat terkesan dengan Baduwy dalam yang tetap seperti yang dulu. Masyarakat dominan menggunakan peralatan tradisional untuk mempertahankan hidup alami. Walaupun demikian nyatanya sudah banyak pengaruh modernisasi yang tidak dapat ditolak, sudah ada warung mi instan, jajanan kemasan, dan sebagainya. Padahal adat...Selengkapnya

Terima kasih Supardi73
Lihat ulasan lainnya
Terdekat
Hotel TerdekatLihat 112 hotel terdekat
Atria Hotel Gading Serpong
583 ulasan
0,27 km
Atria Residences Gading Serpong
276 ulasan
0,28 km
Ara Hotel Gading Serpong
563 ulasan
0,41 km
Ibis Gading Serpong
283 ulasan
0,73 km
Restoran TerdekatLihat 1.148 restoran terdekat
Rumah Makan Rico
12 ulasan
0,15 km
Pancious Mal Summarecon Serpong 2
41 ulasan
0,16 km
Java Village
6 ulasan
0,05 km
Mujigae
29 ulasan
0,04 km
Objek Wisata TerdekatLihat 148 objek wisata terdekat
Gading Serpong
5 ulasan
1,08 km
IKEA Alam Sutera
254 ulasan
4,58 km
Summarecon Mal Serpong
494 ulasan
0,13 km
Mall @ Alam Sutera
97 ulasan
3,63 km
Tanya & Jawab:
Dapatkan jawaban cepat dari staf Baduy Dalam dan pengunjung terdahulu.
Catatan: pertanyaan Anda akan diposting kepada publik pada halaman Tanya Jawab.
Kirim
Panduan yang diposting