Benteng Liya Togo
Tentang
Durasi: 2-3 jam
Beri saran perbaikan untuk menyempurnakan tampilan kami.
Sempurnakan daftar ini
Area
Alamat
Jl. Kota, Sulawesi Tenggara 93791 Indonesia

3.5
3,5 dari 5 lingkaran19 ulasan
Luar biasa
8
Sangat bagus
2
Biasa
6
Buruk
2
Sangat buruk
1

Ulasan berikut telah secara otomatis diterjemahkan dari bahasa aslinya.
Layanan ini dapat berisi hasil terjemahan dari Google. Google melepaskan semua tanggung jawab, baik tersirat ataupun tersurat, terkait hasil terjemahan, termasuk setiap tanggung jawab atas keakuratan, keandalan, dan jaminan tersirat apa pun tentang kelayakan untuk diperdagangkan, kesesuaian untuk tujuan tertentu, dan kebebasan dari pemalsuan.

Lelie Liana
Bali, Indonesia204 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Nov 2018 • Bisnis
pertama kali ke sini karena ingin tau lebih banyak mengenai wisata sejarah. kesulitannya adalah akses dari kendaraan umum menuju tempat ini. kalaupun ada akan sangat jarang sehingga akan lebih baik jika berkunjung untuk menghubungi melalui TO atau Patuno Resort. biasanya tamu yang akan datang dihandle oleh Kepo'Oli, yaitu kelompok masyarakat yang pengelola tempat ini yang disebut CBT (Community Based Tourism)
Ditulis pada 15 April 2019
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Ningrum02
Jakarta, Indonesia477 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Agu 2018 • Teman
Sangat disayangkan benteng bersejarah namun kurang terurus seperti ini. Saya menyempatkan singgah ke mesjidnya yang berada di kawasan benteng. Saya lihat warga bahkan membangun rumahnya di kawasan benteng ini.
Plus:
- Kawasan bersejarah
- Ada mesjidnya.
- Ada warung di sekitar benteng

Minus:
-Kurang terurus oleh pemerintah setempat bahkan warga ada yang tinggal dan membangun rumah di kawasan benteng tersebut.
Ditulis pada 27 September 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Achell24
Indonesia8 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Des 2017 • Pasangan
Di tengah berwisata di Wakatobi yang umumnya hanya menikmati lautan yang bening dan underwater yang luar biasa indah, ternyata ada budaya dan sejarah yang bisa kita lihat di Wakatobi. Ada Desa Liya Togo yang kental dengan budaya Buton nih. Desanya unik, ada benteng, deretan pohon kamboja, dan ga kalah penting masyarakat disana ramah-ramah. Saya disana disambut oleh kelompok pengelola pariwisata, namanya Ibu Mursida dari Keppooli. Dari penyambutan sampai kami harus pulang, semuanya aman terkendali. Terima kasih untuk pengalaman yang luar biasa ini..
Ditulis pada 29 Mei 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.
Terima kasih atas ulasan anda.. Perlu kami informasikan bahwa dalam waktu dekat tepatnya Hari Raya Idul Fitri ini akan ada lagi festival tahunan yang diselenggarakan setelah shalat Id, yaitu POSEPAA... Atraksi ini akan membuat sebuah pengalaman lain dari sisi lain Benteng Liya... Kami berharap bisa berbagi pengalaman ini kembali pada kunjungannya yang akan datang... Dan terima kasih telah mempercayai kami menjadi bagian liburan Anda... Sampai jumpa pada kunjungan berikutnya...
Ditulis pada 30 Mei 2018
Tanggapan ini adalah opini subjektif dari perwakilan manajemen, bukan dari Tripadvisor LLC.

Lisahendrawan
Tangerang, Indonesia76 kontribusi
2,0 dari 5 lingkaran
Sep 2016 • Sendiri
Jangan pernah datang ke Liya Togo sendirian seperti yang saya lakukan, karena tidak akan mendapatkan informasi sejarah apa pun disini.

Yang bisa dilihat hanya masjid tua yang sudah direnovasi, makam raja dan susunan batu-batu benteng. Meriam yang ada di dalam benteng sudah tidak ada, tinggal satu pohon beringin besar saja.

Ditambah ada satu bangunan mirip pendopo yang belakangan saya tahu bahwa itu adalah tempat para tetua berkumpul untuk acara atau bermusyawarah.
Ditulis pada 15 September 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Dizzman
Jakarta, Indonesia988 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Nov 2015 • Sendiri
Desa ini berada di sekitar benteng Liya Togo mengelilingi benteng. Di sini masih banyak terdapat rumah-rumah tradisional berbentuk panggung, ciri khas rumah Indonesia jaman dahulu. Penduduknya merupakan keturunan suku Buton dan menjadi nelayan. Desanya sendiri relatif cukup bersih, hanya rumah-rumahnya tampak kusam tidak terawat dengan baik. Penduduknya cukup ramah kepada wisatawan.
Ditulis pada 7 Januari 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.
Terima kasih atas ulasannya. Saat ini kami dapat menyediakan cemilan khas Liya Togo berupa jus Sampalu (jus asam) dan makan siang/malam dengan kuliner khas setelah jalan-jalan di sekitar benteng.
Ditulis pada 28 Desember 2017
Tanggapan ini adalah opini subjektif dari perwakilan manajemen, bukan dari Tripadvisor LLC.

Dizzman
Jakarta, Indonesia988 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Nov 2015 • Sendiri
Benteng ini letaknya strategis, di atas bukit dengan pemandangan pantai. Sayangnya karena kurang terurus, banyak ilalang menutupi pemandangan tersebut. Di dalam benteng terdapat perkampungan dan masjid Mubarok dan lapangan serta beberapa makam. Jaraknya cukup jauh dari pusat kota maupun bandara, sekitar 15 Km dan tidak ada angkutan umum, jadi harus menyewa kendaraan.
Ditulis pada 7 Januari 2016
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Fiqy
Bali, Indonesia862 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Jul 2014 • Sendiri
Benteng Liya ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, selain tentunya wisata lautnya. Benteng Liya mirip dengan benteng di Pulau Buton dan Pulau Tomia. Dibentuk dari susunan batu karang, dengan luas wilayah yang cukup besar. Benteng ini dulunya digunakan untuk melindungi Wangi-wangi dari serangan musuh.
Sayangnya benteng ini tidak terawat, saat memasuki wilayah benteng, tidak ada tempat memperoleh informasi mengenai sejarah benteng ini, tentunya tidak ada pemandu juga yang tersedia disana.
Dari beberapa bagian benteng, terdapat bekas-bekas senjata yang digunakan dalam pertempuran dulu, seperti meriam yang diletakan begitu saja. Sayang sekali jika ada tangan jahil yang merusak benda bersejarah ini. Di tengah benteng, ada pendopo yang dulunya digunakan sebagai tempat pertemuan. Kondisi benteng, sebagian sudah hancur dan sebagian masih kokoh.
Di dalam benteng, ada masjid tertua di Wakatobi, masjid ini memiliki desain yang unik dan tetap sama seperti aslinya.
Ditulis pada 22 Mei 2015
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

cabemerah
Jakarta, Jakarta Raya, Indonesia1 kontribusi
1,0 dari 5 lingkaran
Jul 2013 • Bisnis
saya sangat prihatin dengan keadaan benteng liya yang saya lihat ternyata tidak sesuai dengan apa yang di promosikan, ternyata tempat tersebut sangatlah tidak terawat dan yang menyedihkannya lagi tidak ada tempat kuliner ditempat tersebut, benteng tersebut tidak layak untuk disebut tempat wisata karena Pemda sangat tidak memperhatikan keadaan baik benteng tersebut maupun lingkungan masyarakat di sekitar benteng tersebut. pendopo yang berada di atas benteng seperti yg kita lihat digambar ternyata tidaklah aman karena sudah dipenuhi rayap disetiap rentangan kayu nya harap kiranya pemerintah Wakatobi mau lebih perduli lagi dengan cagar budaya yang ada dildalam wilayah Kabupaten Wakatobi. dilingkungan benteng tersebut pun tidak ada terlihat penjagaan maupun pengamanan dari pihak keamanan maupun pihak dinas pariwisata sehingga sangat minim malahan tidak ada informasi apapun yang bisa kita dapat mengenai benteng kebanggaan masyarakat wakatobi pulau wanci khususnya pusat pertahanan kesultanan Buton di wilayah timur yang didirikan sejak abad ke 12. jadi hanya sebuah makam yang tidak terurus. harusnya kita bangga dan menjaga kelestarian sejarah kita terimakasih.
Ditulis pada 16 Juli 2013
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Hasan23
Los Angeles, California, United States6 kontribusi
5,0 dari 5 lingkaran
Mar 2013 • Keluarga
Pengunjung dapat melihat langsung Benteng Liya yang merupakan bekas pusat pertahanan kesultanan Buton di wilayah timur yang didirikan sejak abad ke 12.
Ditulis pada 5 Maret 2013
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Suud Ribadi
Semarang, Indonesia87 kontribusi
3,0 dari 5 lingkaran
Mei 2018 • Teman
Kami melakukan perjalanan ke benteng ini dengan menggunakan mobil sewaan, benteng ini memiliki nilai sejarah dan juga warisan budaya Indonesia. Namun sayang benteng ini tidak terawat dengan baik, cukup dekat dengan pemukiman dan pemakaman.
Google
Ditulis pada 9 Oktober 2018
Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan.

Menampilkan 1-10 dari 11 hasil
Apakah ini daftar Tripadvisor Anda?
Anda pemilik atau pengelola properti ini? Klaim daftar Anda secara gratis untuk meninjau serta memperbarui profil, dan masih banyak lagi.
Klaim daftar Anda

Benteng Liya Togo (Pulau Wangi Wangi, Indonesia) - Review - Tripadvisor

RestoranPenerbanganCerita WisataKapal Pesiar