Kami perhatikan Anda menggunakan browser yang tidak didukung. Situs Web TripAdvisor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.
Kami mendukung browser berikut:
Windows: Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Mac: Safari.
Perbaiki daftar ini
Peta
Satelit
Pembaruan peta dijeda. Perbesar tampilan untuk melihat informasi terbaru.
Atur ulang zoom
Memperbarui Peta...
Penyaring Anda masih aktif.
Tidak ada tanda di viewport Anda. Coba geser peta atau ubah penyaring Anda.
Dapatkan arah
Alamat: King Faisal Road, Madinah, Arab Saudi

Sorotan Pengulas TripAdvisor

Baca semua ulasan tentang 116
Penilaian pengunjung
  • 87
    Luar biasa
  • 21
    Sangat bagus
  • 8
    Rata-rata
  • 0
    Buruk
  • 0
    Sangat buruk
Sejarah dua kiblat

masjid ini dulu dinamakan masjid bani salamah, karena dibangun di bekas rumah bani salamah. dinamakan masjid kiblatain karena masjid ini tempat terjadinya peristiwa pemindahan... selengkapnya

bintang 4 dari 5Diulas pada April 10, 2015
JagungManis
,
Jakarta, Indonesia
Tambahkan Foto Tulis Ulasan
Dapatkan Poin dengan mengungkapkan opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 Poin AirAsia BIG setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia / Garuda arrow
AirAsia / Garuda
50 Point

116 Ulasan dari Komunitas TripAdvisor

Tanggal | Penilaian
  • Arab dulu
  • Bahasa Indonesia terlebih dahulu
  • Inggris lebih dulu
  • Prancis lebih dulu
  • Turki lebih dulu
  • Apa saja
  • Terbaru dalam bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia terlebih dahulu
Jakarta, Indonesia
Kontributor Utama
93 ulasan 93 ulasan
45 ulasan objek wisata
28 penilaian bermanfaat 28 penilaian bermanfaat
bintang 4 dari 5 Diulas pada April 10, 2015

masjid ini dulu dinamakan masjid bani salamah, karena dibangun di bekas rumah bani salamah. dinamakan masjid kiblatain karena masjid ini tempat terjadinya peristiwa pemindahan kiblat dari baitul maqdis ke masjidil haram mekkah. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat duhur dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, kemudian Rasulullah memindahkan arah... Lanjutan 

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya
Magelang, Indonesia
Kontributor Utama
58 ulasan 58 ulasan
22 ulasan objek wisata
9 penilaian bermanfaat 9 penilaian bermanfaat
bintang 3 dari 5 Diulas pada Maret 26, 2015

disinilah masyarakat bani salimah pernah mengerjakan shalat dengan dua kiblat, sedangkan ketika itu Rasulullah menerima wahyu di masjid quba. dari masjid nabawi ke qiblatain hanya 5km, searah dengan universitas islam madinah. kadang saya mrngunjunginya sambil berjalan ke kampus UIM, naik taksi hanya 5-10 riyal. walau begitu tempat ini tidak disunnahkan unt dikunjungi, namun cukup rekreatif

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya
Makassar
Kontributor Senior
21 ulasan 21 ulasan
11 ulasan objek wisata
7 penilaian bermanfaat 7 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Oktober 13, 2014

Masjid yang bersejarah, mengingatkan umat Islam akan kepatuhan para sahabat Nabi pada zaman dahulu kepada perintah Allah. Masjidnya tidak begitu luas, namun nilai sejarahnya mengundang jemaah untuk mengunjunginya.

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya 3
Palu, Indonesia
Kontributor
16 ulasan 16 ulasan
10 ulasan objek wisata
13 penilaian bermanfaat 13 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada April 18, 2014

Unik?? Hal ini di karenakan masjid ini mempunyai 2 arah kiblat, tentunya yg di pakai sekarang adalah arah kiblat saat ini. Pada sejarahnya Nabi mendapatkan wahyu pada saat menunaikan sholat dan di tengah2 sholat Beliau lngsng memutar badannya 180 derajat yg kemudian arah tersebut yg menjadi arah pada masjid ini sampai saat ini. Mudah-mudahan bener ya sekilas info saya ini... Lanjutan 

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya 2
Banjarmasin, Indonesia
Kontributor Utama
103 ulasan 103 ulasan
29 ulasan objek wisata
123 penilaian bermanfaat 123 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Agustus 9, 2013

mesjid yang mempunyai dua arah kiblat , mengagumkan kita bisa sholat sunat ditempat ini dan berdoa sambil mengagumi arsitektur mesjid yang sangat luar biasa ini dan tersedua toilet dan tempat whudu yang sangat bersih dan terpisah antara wanita dan pria, di sekeliling mesjid banyak juga pedagang yang berjualan kurma makanan khas arab lainnya

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya 3
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Kontributor Utama
120 ulasan 120 ulasan
33 ulasan objek wisata
133 penilaian bermanfaat 133 penilaian bermanfaat
bintang 5 dari 5 Diulas pada Oktober 16, 2012

Berkunjung ke masjid ini musim haji lalu membuat para jamaah senang sekali. Walapun kondisi nya berdesak-desakan dengan ribuan jamaah lainnya. Apalagi mengetahui kalo mesjid ini sungguh berarti sekali bagi perkembangan islam masa lalu. Mesjidnya yang luas membuat nyaman sekali beribadah. Di lokasi ini banya tumbuh pohon kurma, dan banyak pedagang makanan yang berjualan.

Apakah ulasan ini bermanfaat? Ya

Wisatawan yang melihat Masjid al-Qiblatain juga melihat

Madinah, Al Madinah Province
Madinah, Al Madinah Province
 
Madinah, Al Madinah Province
Madinah, Al Madinah Province
 

Pernah Berkunjung ke Masjid al-Qiblatain? Ceritakan pengalaman Anda!

Dapatkan Poin dengan mengungkapkan opini Anda!
Dapatkan hingga 1.500 Poin AirAsia BIG setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
Dapatkan hingga 1.500 GarudaMiles setiap bulan dengan menulis ulasan di TripAdvisor.
*Anda hanya dapat berpartisipasi dalam satu program dalam satu waktu untuk mendapatkan hadiah atas ulasan yang ditulis.
AirAsia / Garuda
50 Point
AirAsia / Garuda arrow
Tulis Ulasan Tambahkan Foto

Pemilik: Bagaimana pendapat Anda?

Daftar sekarang juga secara gratis, dan mulailah mendapatkan pemberitahuan otomatis tentang ulasan baru, merespon tanggapan wisatawan, menambahkan foto baru ke daftar Anda, dan lainnya.

Kelola daftar

Tanya & Jawab:

Ada pertanyaan? Dapatkan jawaban dari staf Masjid al-Qiblatain dan pengunjung terdahulu.
Panduan yang diposting
Pertanyaan yang sering diajukan:
  • Apakah saya harus membeli tiket untuk bayi saya?
  • Bagaimana cara menuju ke sana menggunakan transportasi umum?
  • Apakah terdapat restoran atau kafe di lokasi?